Miliki 32 Kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina, Tersangka Pelangsir BBM Solar di SPBU Km 3 Diduga Dibekingi Oknum Aparat

Tersangka Ia pelaku Pelangsir BBM Solar Subsidi dari SPBU km 3 Tanjungpinang Diduga Dibekingi Oknum Aparat dan miliki 32 Kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina
Tersangka Ia pelaku Pelangsir BBM Solar Subsidi dari SPBU km 3 Tanjungpinang Diduga Dibekingi Oknum Aparat dan miliki 32 Kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Tersangka Ia, pelaku pelangsir BBM solar dari SPBU diduga dibekingi oknum aparat dalam menyelewengkan BBM Solar subsidi pemerintah itu di Tanjungpinang dan Bintan.

Selain dibekingi oknum aparat, tersangka Ia, juga diketahui memiliki 32 Kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina untuk membeli BBM Solar yang secara prosedur untuk mendapatkan kartu pengisian BBM itu masyarakat harus mendaftarkan nomor plat kendaraannya.

Atas sejumlah temuan itu, penyidik Polresta Tanjungpinang mengatakan, masih terus melaakukaan pengembangan kasus penyelewengan BBM Solar subsidi dari SPBU Km 3 itu dengan memanggil sejumlah pihak terkait.

Kepada Jurnalis  Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang Awal Sya’ban Harahap, mengatakan tersangka Ia pelaku pelangsir BBM solar dari SPBU Km 3 Tanjungpinang merupakan warga Toapaya Bintan. Dari keterangan tersangka, selain melansir BBM Solar di SPBU Tanjungpinang Ia, juga melansir BBBM Ssolar dari sejumlah SPBU di Bintan.

“Modusnya, dengan memodifikasi tangki mobil agar bisa membeli BBM dengan porsi banyak dan menggunakan 32 Kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina,” ujarnya Senin (9/5/2022).

Untuk di Tanjungpinang lanjut Awal, tersangka Ia mengaku baru membeli BBM Solar di SPBU Batu 3.

“Oleh karena itu, kami masih terus mendalami kasus ini dan memanggil sejumlah pihak terkait, mulai dari Pertamina, pihak SPBU, Bank BRI, Dinas Perhubungan dan Disperdagin kota Tanjungpinang,” jelasnya saat ditemui di Polresta Tanjungpinang, Senin(9/5/2022).

Hal itu dilakukan, untuk mengetahui mekanisme prosedur, dan tata cara pembelian dan distribusi BBM jenis Solar yang sebelumnya telah diawasi pemerintah dengan ketat.

“Dugaan kita, selain tersangka Ia, kasus penyelewengan BBM Solar ini juga melibatkan oknum lain karena perbuatan ini tidak berdiri sendiri,” tegasnya.

Tersangka Mengaku Jual Solar Ke Galangan Perbaikan Kapal dan Nelayan

Selain itu, dari pengakuan tersangka Ia ke Polisi, BBM Solar Subsidi yang berhasil dilansir dan dibelinya dari sejumlah SPBU di Tanjungpinang dan Bintan, selanjutnya dijual kepada perusahaan galangan perbaikan Kapal dan Nelayan di Tanjungpinang dan Bintan.

“Pengakuan tersangka, Dia melansir BBM Solar dari SPBU setelah ada yang memesan dengan harga diatas Rp 5.150,- per liter. Setelah ada yang pesan, tersangka baru melansir dan langsung menjualnya, dan tidak sempat menimbun,” jelas Awal.

Sebelumnya, tersangka pelangsir BBM Solar Ia, diamankan Polisi saat mengisi BBM Solar di SPBU km 3 depan Kantor Kogabwilhan Jalan MT Haryono Tanjungpinang.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan satu unit mobil Kijang BP 1993 AE dengan Tangki BBM yang sudah dimodifikasi. Selain itu juga diamankan BBM Bio Solar subsidi sebanyak 420 liter, 32 buah kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina yang digunakan tersangka membeli Minyak Solar Subsidi.

Atas perbuatannya, Polisi menetapkan Ia sebagai tersangka diduga telah menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas dan atau liquefied petroleum gas yang disubsidi pemerintah.

Tersangka dijerat dengan Pasal 55 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana mengubah Pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Penulis : Roland/Redaksi
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.