Dugaan Mafia Tanah di Kelurahan Batu IX, Penyidik Polres Lakukan Pengukuran dan Pengembalian Batas Lahan

Pengukuran dan pengembalian Tapal Batas penyelidikan dugaan Mafia tanah di Kelurahan Bt 9 Dompak
Pengukuran dan pengembalian Tapal Batas penyelidikan dugaan Mafia tanah di Kelurahan Bt 9 Dompak (Foto:Roland/presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Penyidik Polres Tanjungpinang lakukan pengukuran dan pengembalian batas lahan dalam kasus dugaan mafia tanah di kelurahan Batu 9 Kecamatan Tanjungpinang Timur kota Tanjungpinang.

Pengukuran dan pengembalian batas lahan, dilakukan Penyidik Polres Tanjungpinang melalui BPN di Kampung Sido Jasa RT 4 RW 3 Kelurahan Batu 9 Kecamatan Batu IX Kota Tanjungpinang Rabu (11/5)2022).

Kanit Idik I Pidum Satreskrim Polres Tanjungpinang Ipda Pradana Manurung, mengatakan pengukuran dan pengembalian batas lahan itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari penyelidikan dugaan kasus mafia lahan, dengan modus manipulasi luas lahan awal untuk menimbulkan surat Baru dilahan pemohon Achmad Pardamean.

“Pengukuran dan pengembalian batas lahan ke lokasi ini dilakukan bersama BPN, sebagai bagian dari tindak lanjut penyelidikan dugaan mafia tanah yang dilaporkan warga,” ujar Pradana pada wartawan di lokasi.

Setelah pengukuran dan pengembalian batas lahan lanjutnya, pihaknya akan segera melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut.

“Sebelumnya, kami juga sudah memeriksa 12 saksi dalam kasus ini, termasuk Lurah Batu 9 dan Camat Tanjungpinang Timur,” katanya.

Sentara itu, Koordinator Pengukuran BPN Tanjungpinang, Arif Yulianto, mengatakan pihaknya akan mengolah dahulu data yang diperoleh dari pengukuran dan pengembalian batas lahan yang dimohonkan  penyidik kepolisian.

“Nanti coba kita olah data, kita lakukan pengolahan data dahulu setelah itu baru kita tahu hasilnya,”singkatnya.

Sebelumnya, Achmad Pardamean melalui Kuasa hukumnya Andrizal SH  mengadukan dugaan  penyerobotan lahan dengan modus manipulasi luas bidang lahan miliknya klien di Kampung Sido jasa RT 4 RW 3 Kelurahan Batu 9 Kecamatan Batu IX Kota Tanjungpinang ke Polres Tanjungpinang.

Pengaduan dilakukan atas kerugian formil dan material yang dialami korban atas dugaan penggelapan bidang dan dugaan mafia tanah yang diduga dilakukan oknum yang mengaku dari lahan yang sebelumnya dimiliki melalui surat alas hak atas nama Mulyani.

Namun saat pengukuran, oleh oknum yang mengaku sebagai tenaga pembantu di kelurahan Batu Sembilan kota Tanjungpinang, lahan miliknya diduga luasnya dikurangi dari perolehan sebelumnya 34.000 meter persegi.

Perolehan lahan milik klien, sendiri kata Adrizal berawal dari perolehan lahan dari almarhum Mulyani pada 2011 lalu dengan luas 34.000 meter persegi di Kampung Sido jasa RT 4 RW 3 Kelurahan Batu 9 Kecamatan Batu IX Kota Tanjungpinang, Selanjutnya, AP Sembiring melakukan pengurus surat pengoperan lahan tersebut ke Kelurahan Bt IX pada 2011,

“Tetapi oleh seseorang inisial Sw, dalam pengukuran yang dilakukan luas bidang lahan miliknya klien diduga dimanipulasi, kemudian menimbulkan surat baru, sehingga klien mengalami kerugian,” ujarnya.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.