Jual BBM Subsidi Solar ke Mobil Pelangsir, Polisi Belum Sentuh Keterlibatan SPBU

Disaksikan Tersangka Ia Penyeleweng BBM Solar Subsidi Polresta Tanjungpinang mengukur Barang Bukti BBM Solar dari Tangki Mobilnya
Disaksikan Tersangka Ia Penyeleweng BBM Solar Subsidi Polresta Tanjungpinang mengukur Barang Bukti BBM Solar dari Tangki Mobilnya (Foto:Roland/presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Jual BBM Solar bersubsidi ke Mobil Pelangsir, Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang belum menyentuh dugaan keterlibatan SPBU 14.291706 yang dikelola PT.Bumi Indraya Jalan MT.Haryono Tanjungpinang.

Sementara tersangka penyeleweng BBM Solar Ia, ke Penyidik Polisi sudah mengakui, Dalam melakukan aksi pengangkutan dan pelangsiran BBM Solar Subsidi, Tersangka melakukan pengisian secara berulang menggunakan 32 buah kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina dengan Nomor Polisi Mobil berbeda milik orang lain.

Sebagaimana diketahui, program penggunaan kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina untuk pengisian BBM solar di SPBU kota Tanjungpinang, sebelumnya bertujun untuk penggunaan BBM Solar secara tepat pada Mobil dengan Nopol Seri Tanjungpinang dengan jumlah kuota BBM yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan, untuk menghindari penyelewengan dan pengisian BBM Solar subsidi di SPBU secara berulang.

Menanggapi hal ini, Kapolresta Tanjungpinang AKBP Heribertus Ompusunggu mengatakan, pihaknya melalui penyidik Reskrim masih terus mendalami kasus tersebut.

Kapolres, juga membantah adanya dugaan keterlibatan oknum aparat sebagai pemilik mobil pelangsir BBM Solar Subsidi BP.1993 AE yang di kendarai tersangka Ia dan mengisi BBM Solar dengan BRIZZI Fuel Card di SPBU 14.291706 PT.Bumi Indraya Jalan MT.Haryono.

“Sudah kita cek, BPKBnya milik warga sipil dan bukan aparat, kepemilikan mobil bisa dilihat berdasarkan BPKB,” kata Heribertus saat ditemui di Polresta Tanjungpinang, Jumat (13/5/2022).

Ia menegaskan, jika dalam praktiknya nanti ada keterlibatan dan dibekingi oknum aparat dalam penyelewengan BBM Solar bersubsidi itu akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan satuan dan menyerahkan permasalahan itu kepada auditorium satuan tersebut seperti POMAD, POMAL dan POM-AU.

Heribertus menyampaikan bahwa unsur praduga boleh tetapi tidak boleh mengintervensi.

Ia juga mengatakan, untuk membuat terang proses hukum dugaan penyelewengan BBM Solar Subsidi itu, penyidik nya juga memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah instansi terkait, seperti Bank BRI yang mengeluarkan BRIZZI Fuel Card Pertamina.

“Kita periksa secara kontinum, kita periksa jangan hanya kasi doang harus melekat, karena ini atensi Presiden dan Kapolri. Dan BBM Solar dan Gas subsidi ini tidak boleh dipermainkan, karena digunakan untuk masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang mengamankan tersangka Ia saat mengisi BBM solar subsidi di SPBU 14.291706 PT.Bumi Indraya Jalan MT.Haryono Tanjungpinang.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan satu unit mobil Kijang BP 1993 AE dengan Tangki BBM yang sudah dimodifikasi.
Dari tersangka Ia, juga ditemukan 32 buah kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina yang digunakan tersangka membeli Minyak Solar Subsidi. Dan didalam Mobilnya telh terisi BBM Bio Solar subsidi sebanyak 420 liter.

Saat ini Polisi menetapkan Ia sebagai tersangka penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas dan atau liquefied petroleum gas yang disubsidi pemerintah.

Tersangka dijerat dengan Pasal 55 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana mengubah Pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.