Pemprov Kepri Dorong Perluasan KEK Untuk Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Ansar mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, bersama Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang , dan Menteri PPN/ Kepala Bappenas Suharso Manoarfa meninjau sejumlah lokasi Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) di wilayah Kota Batam. (Foto : Humas Pemprov Kepri)
Gubernur Ansar mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, bersama Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang , dan Menteri PPN/ Kepala Bappenas Suharso Manoarfa meninjau sejumlah lokasi Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) di wilayah Kota Batam. (Foto : Humas Pemprov Kepri)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah provinsi Kepri terus mendorong perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sejumlah daerah di Kepri untuk percepatan investasi.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, mengatakan perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri sangat dibutuhkan dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Sejumlah daerah yang diusulkan menjadi KEK di Kepri itu, seperti daerah Pulau Pengalap yang berada di kawasan Galang, Batam untuk menjadi KEK pariwisata. Kemudian, Pulau Asam di Kabupaten Karimun untuk menjadi KEK oil tangki.

Selanjutnya, KEK Tanjung Sauh yang merupakan pulau besar yang menjadi penghujung jembatan Batam-Bintan. Lalu, ada juga KEK kesehatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam di Sekupang serta beberapa kawasan lainnya yang sedang diinventarisasi dari sisi nilai ekonominya.

Sebelumnya kata Ansar, sejumlah kawasan di Batam, juga telah ditetapkan menjadi wilayah investasi baru seperti Batam Aero Technic (BAT) di Nongsa Digital Park dan pengembangan bandara.

“Ini akan terus kita dorong, karena kawasan ekonomi khusus akan mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi,” ujar Ansar.

Dengan perluasan KEK di sejumlah daerah ini lanjutnya, akan memperbanyak investasi yang akan masuk ke Kepri, sehingga berdampak pada besarnya kebutuhan tenaga kerja, sehingga lapangan pekerjaan akan terbuka lebar.

Selain itu, juga akan terbuka peluang-peluang berusaha sebagai dampak domino meningkatnya ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, Gubernur mengingatkan kabupaten/kota agar tidak mempersulit izin-izin investasi di daerah. Dengan mempermudah kepastian hukum yang lebih jelas, sehingga tidak membuat enggan investor membuka usaha di daerah.

“Ini penting buat kita, permudah izin-izin Investasi dengan kepastian hukum yang lebih jelas. Sebab, setiap pertumbuhan investasi, maka terjadi peluang kebutuhan kerja,” pesannya.

Saat ini kata Ansar, ekonomi Kepri sudah mulai menunjukan pertumbuhan ke arah yang lebih positif sesuai dengan data BPS, dengan angka pertumbuhan 2,83 persen pada Triwulan I 2022.

“Saya kira ini awal yang sangat baik dan harapan kita terus bertumbuh dan meningkat ke arah positif ke depan,” ungkapnya di Tanjungpinang.

Sebelumnya, BPS mencatat ekonomi Kepri pada triwulan I tahun 2022 bertumbuh 2,83 persen. Capaian itu sudah sangat baik, sebab dari catatan BPS, sejak tahun 2018 lalu pada triwulan I seringkali terjadi perlambatan ekonomi.

Penulis :Ismail
Editor   :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.