Pemprov Kepri Lakukan Koordinasi Cegah Hepatitis Misterius, Bisri: Belum Ada Kasus Hepatitis Akut Ditemukan di Kepri

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Adi Prihantara. (Foto : Ismail-presmedia.id)
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Adi Prihantara. (Foto : Ismail-presmedia.id)

PRESMEDIA.ID. Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, untuk mencegah dan mengantisipasi masuk dan munculnya penyakit hepatitis akut di Kepri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Adi Prihantara, mengatakan upaya  pencegahan dan antisipasi munculnya kasus Hepatitis akut di Kepri, dilakukan melalui Koordinasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dengan pihak terkait lainnya.

“Upaya antisipasi terus kita lakukan, Melalui koordinasi Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit serta pihak terkait di pintu masuk wilayah,” katanya di Tanjungpinang.

Selain itu, Adi juga mengingatkan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit di Kepri agar tetap mewaspadai penyakit lainnya di samping hepatitis dan Covid-19.

Langkah antisipasi lanjut Adi, perlu dilakukan dengan memaksimalkan pemberian vaksin dan imunisasi, serta sosialisasi Pola Hidup bersih hingga masyarakat terhindar dari kasus-kasus tersebut.

“Kewaspadaan dan pencegahan harus terus ditingkatkan, termasuk penyakit rubella, Polio dan lainnya,” ungkap Adi.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kepri Mohammad Bisri, mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Kepri.

Selain itu, Bisri juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu resah, tetapi yang perlu ditingkatkan adalah kewaspadaan dengan melakukan langkah pencegahan.

Sejumlah langkah itu, bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan makanan serta mengurangi jajanan diluar daan senantiasa mencuci tangan.

“Karena, Hepatitis ini penularannya dari makanan atau sentuhan, Maka, kita harus waspada dan menjaga kebersihan, terutama pada anak-anak yang suka jajan diluar,” ujar Bisri.

Gejala hepatitis misterius yang saat ini terjadi selanjutnya, juga mirip dengan hepatitis A, B, C, D, E. Dengan tanda-tanda keluhan utama menunjukan rasa mual, muntah, nyeri ulu hati, demam, dan tampak kekuningan di tubuh.

“Jika pada uji laboratorium dari kelima virus hepatitis ini tidak ditemukan, maka secara medis akan dimasukan pada gejala Hepatitis Misterius dengan penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Biasanya lanjut Bisri, hepatitis A sampai E ini, menyerang anak-anak dibawah usia 5 tahun saat ada kotoran yang masuk ke mulut. Namun demikian, Pemerintah sendiri juga sudah lama melaksanakan program vaksin hepatitis A dan B. Sebab, Indonesia masuk dalam endemis hepatitis A dan B ini.

“Dulu kita pernah ada sejumlah kasus di sekolah, dan penyebab disimpulkan, akibat makanan yang tidak higienisnya. Oleh Karena itu, selain wajib Vaksin pemerintah terus melakukan program pelaksanaan Pola Hidup Bersih dan makan makanan yang higienis,” pungkasnya.

Penulis:Ismail
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.