Dana Desa Kepri 2022 Rp 209 M, 40 Persen Digunakan Untuk BLT

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DMPD) Dukcapil Kepri Misni
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DMPD) Dukcapil Kepri Misni

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sebanyak 275 desa di Provinsi Kepulauan Riau, memperoleh dana desa (DD) 2022 sebesar Rp 209,1 miliar, Dari jumlah dana itu, 40 persen digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DMPD Dukcapil) Provinsi Kepri Misni, mengungkapkan, skema penyaluran dana desa 2022 ini berbeda dengan dana sebelumnya, sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah Pusat.

Skema yang ditetapkan Pusat, terdiri dari 40 persen dana desa digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), 32 persen program prioritas desa, 20 persen ketahanan pangan dan sisa 8 persen untuk penanganan Covid-19.

“Untuk saat ini, kita sedang mengejar realisasi BLT yang 40 persen kepada masyarakat desa kurang mampu,” ungkapnya, Selasa (17/5/2022).

Adapun pagu dana masing-masing desa kabupaten lanjut Misni, Bintan memperoleh Rp 28,3 miliar, Karimun Rp 34,08 miliar, Natuna Rp 50,9 miliar, Lingga Rp 58,5 miliar dan Anambas Rp 37,19 miliar.

Sesuai dengan mekanisme dan aturan yang dikeluarkan Pusat sebut Misni, pemerintah desa tahun ini, memiliki kewenangan menyalurkan BLT dari dana desa sebesar Rp 300 ribu per KK per bulan, bagi warga yang tidak terdaftar melalui Data Terpadu Keluarga Sejahtera (DTKS) Kemensos.

“Syaratnya warga tersebut tergolong sebagai warga kurang mampu di desa setempat. Dan yang mendata adalah pemerintah desa setempat, dan BLT disalurkan setiap 3 bulan selama setahun,” ucapnya.

Skema pemberian BLT melalui dana desa sebesar 40 persen itu, baru diberlakukan pada 2022 ini. Hal itu bertujuan dalam rangka penguatan pemulihan ekonomi.

Hal itu mengingat, di tingkat desa masih banyak masyarakat yang masuk kategori miskin dan hampir miskin akibat pandemi Covid-19, namun tidak terakomodir dalam DTKS di Kemensos RI.

“Kami harap pemerintah desa dapat menyalurkan dana BLT kepada warga secara tepat sasaran,” kata Misni.

Dan untuk desa di Kepri lanjutnya, hampirnya seluruh desa sudah mencairkan dana desa BLT tahap 1 pada (Januari-Maret) dan 2 (April-Juni).

Sementara, pencairan dana desa tahap I sudah selesai dan sedang bersiap mencairkan dana desa tahap II. Oleh karena itu, dirinya mengingatkan agar desa harus segera mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penyaluran dana desa tahun 2022.

“Hal penting yang harus ditekankan adalah pahami peraturan. Jangan sampai program dan kegiatan yang telah disusun dengan baik menjadi terhambat hanya karena ketidakpahaman akan aturan yang ada,” tegasnya.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.