Operator SPBU PT.Bumi Indraya Pratama Terlibat Penyelewengan BBM Solar, Tapi Polisi Hanya Jadikan Saksi

Penyidik Polisi saat melakukan Pemindaiaan dan Pengukuran Barang Bukti BBM Solar yang diselewengkan Tersangka Ia dari SPBU dengan caara Melansir dan mengisi secara berulang
Penyidik Polisi saat melakukan Pemindaian dan Pengukuran Barang Bukti BBM Solar yang diselewengkan Tersangka Ia dari SPBU dengan cara Melansir dan mengisi secara berulang

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penyelewengan BBM Solar Subsidi dengan cara melangsir, yang dilakukan tersangka Ia, ternyata melibatkan Operator SPBU 14-291 706 PT. Bumi Indraya Pratama Jalan MT.Haryono Tanjungpinang.

Kepada Polisi, Tersangka sebelumnya Ia mengatakan, untuk melansir dan mengisi BBM Solar Subsidi secara berulang-ulang menggunakan 32 kartu BRIZZI Fuel Card di SPBU 14.291 706 Jalan MT.Haryono itu, Tersangka menyetor Rp 50 Ribu sekali mengisi ke Operator SPBU.

Dengan setoran itu, Ia mengaku bebas bolak-balik mengisi dan melansir BBM Solar Subsidi dari SPBU itu untuk dijual kembali ke sejumlah pihak.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Awal Sya’ban, melalui Ps.Kanit Tipiter Bripka Denis juga membenarkan keterlibatan Operator ini, Demikian juga pengakuan tersangka Ia.

“Operatornya mengakui menerima Rp 50 ribu untuk pengisian BBM solar subsidi secara berulang-ulang oleh tersangka,” ujarnya Rabu(18/6/2022).

Operatornya mengaku, uang yang diberikan tersangka Ia kepadanya sebagai uang rokok dari tersangka.

Sementara Direktur dan Manager Pengawasan SPBU yang diperiksa dan dimintai keterangan atas ulah Operatornya, mengaku tidak mengetahui sama sekali kejadiannya.

“Kalau Direktur dan Manajer pengawas SPBU-nya, Mereka mengacu SOP tidak boleh mengisi melebihi kapasitas kartu,” ujarnya.

Pihak SPBU Hanya Sebagai Saksi

Atas keterlibatan Operator SPBU 14.291 706 PT. Bumi Indraya Pratama Jalan MT.Haryono ini, Penyidik menyatakan, baru menjadikannya sebagai saksi. Penyidik beralasan, status keterlibatan SPBU dalam penyelewengan BBM Solar itu diserahkan pada penelitian dan Petunjuk Jaksa.

Penyidik menyatakan, seluruh keterangan tersangka, Operator, Direktur dan manajer Pengawas SPBU itu, juga telah dituangkan di dalam BAP.

Saat ini lanjut Denis, pihaknya selaku Penyidik tinggal meminta keterangan dari ahli BPH Migas.

“Saksi yang diperiksa sudah cukup, terkait sumber kartu diperoleh dari mana masih ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Sebelumnya, tersangka pelangsir BBM Solar Ia, diamankan Polisi saat mengisi BBM Solar di SPBU 14-291 706 jalan MT.Haryono Km 3 Tanjungpinang.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan satu unit mobil Kijang BP 1993 AE dengan Tangki BBM yang sudah dimodifikasi.

Polisi juga mengamankan BBM Bio Solar subsidi sebanyak 420 liter, 32 buah kartu BRIZZI Fuel Card Pertamina yang digunakan tersangka membeli Minyak Solar Subsidi.

Atas perbuatannya, Polisi menetapkan Ia sebagai tersangka diduga telah menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas dan atau liquefied petroleum gas yang disubsidi pemerintah.

Tersangka dijerat dengan Pasal 55 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana mengubah Pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.