Hentikan Kiriman Sapi Dari Luar, Ansar: Kita Manfaatkan Sapi Peternak Lokal

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (Foto : Ismail/presmedia.id)
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (Foto : Ismail/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah provinsi Kepri menyatakan tidak khawatir dengan kebijakan penghentian sementara pengiriman sapi dalam pencegahan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masuk ke Kepri.

Karena dengan kebijakan penghentian sementara pengiriman Sapi dari Sumatera melalui Pelabuhan Kuala Tungkal Jambi itu, menjadi sebuah hikmah, agar masyarakat Kepri memanfaatkan Sapi lokal hasil ternak masyarakat untuk memenuhi kebutuhan.

“Atas kebijakan ini, kita bisa memanfaatkan ternak dan sapi lokal di daerah kita untuk memenuhi kebutuhan daging segar dan hewan kurban pada perayaan Idul Adha pada Juli 2022 mendatang,” kata Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad Kamis (19/5/2022).

Menurut Ansar, kalau kebutuhan sapi tidak bisa dipasok dari tempat lain, maka yang perlu dilakukan adalah memperkuat masyarakat untuk mengembangkan hewan ternaknya di Kepri.

Ia mengakui, selama ini Kepri cukup bergantung dengan daerah lain untuk pemenuhan kebutuhan hewan ternak dan daging segar. Sementara di Kepri sendiri, banyak peternakan sapi dan peternak yang melakukan program penggemukan Sapi di Kepri.

“Maka dari itu, ini pasti ada hikmahnya. Saya kira kalau sifatnya insidentil, kita pasti bisa memenuhi kebutuhan ini,” kata Ansar.

Ansar juga mengaku, telah menginstruksikan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan (DKPKH) untuk berkoordinasi dengan Kabupaten/kota dan instansi terkait, guna memperketat pengawasan keluar masuknya hewan ternak ke wilayah Kepri mengantisipasi wabah PMK.

“Saya sudah tugaskan juga OPD terkait untuk memperketat pengawasan. Jangan sampai wabah itu masuk ke daerah kita,” tegas Ansar.

Sebelumnya, Kepala DKPKH Kepri, Rika Azmi, juga mengatakan, telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya peternak serta sejumlah langkah antisipatif masuknya wabah PMK.

Kemudian, bersama Balai Karantina Pertanian juga rutin melakukan pemantauan kondisi ternak atau surveilans klinis di kantong-kantong penampungan ternak. Selain itu, ia juga mengimbau para peternak melakukan penyemprotan desinfektan, serta memisahkan hewan ternak yang lama dan baru, serta mengkarantina hewan ternak yang baru selama 14 hari.

Selanjutnya, jika menemukan hewan ternak yang dicurigai terjangkit PMK segera lakukan isolasi dan pengobatan. Serta laporkan ke Otovet Kepri agar kemudian diteruskan ke Balai Veteriner (Bvet) Bukittinggi.

“Lakukan juga langkah suportif dengan memberikan vitamin kepada hewan ternak serta lakukan pengawasan pasca karantina,” imbau Rika.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.