maulidnabidewan

Korupsi Dana Desa Mantan Kades dan Bendahara Desa di Lingga Divonis Penjara 4 Tahun

Sidang Korupsi dana desa di Lingga di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (19-5-2022). Dua terdakwa divonis 4 tahun (Roland/presmedia.id)
Sidang Korupsi dana desa di Lingga di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (19-5-2022). Dua terdakwa divonis 4 tahun (Foto : Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Dua terdakwa korupsi dana desa, mantan Kades dan bendahara desa Berindat Lingga divonis masing-masing 4 tahun penjara.

Keduanya adalah terdakwa Idris selaku mantan Kepala Desa (Kades) Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, dan terdakwa Deddy mantan bendahara Desa Berindat 2018-2019.

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Riska Widiana didampingi Hakim Ad-Hoc Tipikor Albi Feri dan Syaiful Aris selaku anggota di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (19/5/2022).

Dalam putusannya, Hakim menyebut kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair, melanggar pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 4 tahun, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan,” kata Hakim Riska.

Kedua terdakwa, juga dihukum untuk membayar Uang Pengganti (UP) atas korupsi yang dilakukan dan merugikan keuangan negara, masing-masing sebesar Rp 346 juta. Dan apabila tidak dikembalikan dalam waktu satu bulan diganti dengan hukuman 6 bulan penjara.

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Lingga Ahmad Al Yuhri, yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan hukuman pidana penjara masing-masing selama 5 tahun dan 6 tahun denda
Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Atas putusan itu kedua terdakwa dan kuasa Hukumnya mengatakan pikir-pikir.

Mantan Kades terdakwa Idris dan bendahara terdakwa Deddy sebelumnya didakwa Jaksa melakukan korupsi dana desa, dengan modus melakukan mark-up pembelanjaan barang dan melakukan kegiatan fiktif dana APBD Desa 2018-2019.

Akibat perbuatan korupsi terhadap dana desa yang dilakukan kedua terdakwa, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 692.701.293,-.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.