Terdakwa TPPO Susanto Alias Acing Disebut Berangkatkan Puluhan Kali PMI Illegal ke Malaysia

Sidang Pemeriksaan saksi terdakwa TPPO Susanto Alias Acing, Saksi Komarudin sebut Terdakwa Susanto berangkatkan puluhan Kali PMI Illegal Kali ke Malaysia
Sidang pemeriksaan saksi terdakwa TPPO Susanto Alias Acing, saksi Komarudin sebut Terdakwa Susanto berangkatkan puluhan Kali PMI Illegal ke Malaysia (Foto: Roland/ presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang dilakukan terdakwa Susanto alias Acing ternyata sudah puluhan kali. Hal itu terbukti dari banyaknya Kapal Speed boat terdakwa yang diduga digunakan untuk menyelundupkan PMI ilegal ke Malaysia.

Saksi Komarudin juga mengatakan, dari sepengetahuan dan yang dilihatnya, terdakwa Susanto alias Acing sudah mengirimkan puluhan kali PMI Ilegal dari Pelabuhan Gentong Tanjung Uban-Bintan ke Malaysia menggunakan sejumlah kapalnya.

Hal ini dikatakan Komarudin dan Haryanto, saat diperiksa sebagai saksi pada sidang lanjutan perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis(19/5/2022).

Komarudin yang mengaku sebagai penjual Sayur dari Batam ke Bintan, juga pernah menumpang dan menginap di gudang penampungan PMI Illegal terdakwa Susanto alias Acing di Pelabuhan Gentong Bintan Utara.

“Pada malam 15 Desember 2021 sebelum kejadian kapal PMI Tenggelam, Saya juga melihat banyak orang di gudangnya, Sejumlah orang disana saat itu menyebut akan diberangkatkan menggunakan speedboat. Tapi saya tidak tahu mau diberangkatkan kemana,” kata Komarudin.

Bahkan, saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Putra apakah saksi pernah melihat langsung sejumlah PMI itu naik Kapal dan diberangkatkan dari pelabuhan tidak resmi itu? Komarudin mengatakan, Pernah, dan yang dilihatnya langsung ada 6 kali pemberangkatan PMI Ilegal dan 4 kali tidak melihat langsung.

“Ya benar, pernah melihat secara langsung 4 kali,” jelasnya.

Sementara saksi Hariyanto yang mengaku teman dekat terdakwa Susanto alias Acing sejak kecil mengaku, Terdakwa memiliki banyak Kapal Speedboat. Bahkan dirinya, diberikan satu satu unit speedboat yang belum dipasang mesin di Pelabuhan Gentong untuk digunakan.

Sedangkan mengenai kegiatan pengiriman PMI ilegal yang dilakukan terdakwa, Haryanto mengaku kurang mengetahui. Bahkan saat dipanggil Polisi atas kejadian tenggelamnya PMI di Malaysia itu, dirinya kaget.

Ditanya Jaksa mengenai berapa jumlah speedboat yang dimiliki terdakwa, Haryanto mengaku juga tidak mengetahui persis

“Saya dengan Dia (Susanto alias Acing-red) hanya sebatas teman dari kecil, dan Dia ada memberi saya satu Speedboat untuk saya gunakan mengangkut ikan,” katanya.

Atas keterangan ke dua saksi yang dihadirkan Jaksa ini, Terdakwa Susanto alis Acing juga tidak membantah, dan membenarkan jawaban masing-masing saksi.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bintan mendakwa, Enam terdakwa kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang tenggelam di Malaysia ini dengan didakwa berlapis dengan UU TPPO serta Perlindungan Pekerja Migran.

Ke enam terdakwa itu adalah Susanto alias Acing, Muliadi alias Ong (Bos perekrut PMI), Juna Iskandar Alias Juna, Agus Salim alias Agus Botak, dan Erna Susanti alias Erna.

Jaksa menyatakan, terdakwa Acing bersama-sama dengan lima terdakwa lainnya, membawa WNI dengan maksud untuk dieksploitasi ke luar wilayah Indonesia. Perbuatan tersebut, dilakukan secara kelompok dan terorganisasi hingga mengakibatkan korban meninggal.

Ke enam terdakwa dijerat dengan dakwaan pertama melanggar pasal 7 ayat 2 jo pasal 4 jo pasal 16 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Dalam dakwaan kedua, terdakwa juga didakwa melanggar pasal 81 Jo Pasal 69 UU Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor  11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Dakwaan ketiga, terdakwa juga dijerat dengan pasal 83 Jo. Pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor  11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam kasus Pelayaran, Terdakwa Susanto alias Acing juga didakwa melanggar pasal 287 Jo Pasal 27 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11.

Sidang akan akan kembali digelar satu minggu mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainya.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi  

Leave A Reply

Your email address will not be published.