Kasus TPPU Susanto Alias Acing dan Mulyadi “Mengendap” di Polda Kepri

Sidang Pemeriksaan saksi terdakwa TPPO Susanto Alias Acing, Saksi Komarudin sebut Terdakwa Susanto berangkatkan puluhan Kali PMI Illegal Kali ke Malaysia
Sidang Pemeriksaan saksi terdakwa TPPO Susanto Alias Acing, Saksi Komarudin sebut Terdakwa Susanto berangkatkan puluhan Kali PMI Illegal Kali ke Malaysia (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas kejahatan Tindak Pidana  Perdagangan Orang (TPPO) Terdakwa Susanto alias Acing dan Mulyadi Alias Ong, hingga saat ini “Mengendap” dan belum diproses penyidik Polda Kepri.

Hal itu ditandai dengan pengembalian Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas nama terlapor Susanto alias Acing dan Mulyadi Alias Ong oleh Kejaksaan, Tinggi Kepri Kepri ke Penyidik Polda, karena tidak ada tindak lanjut pengiriman Berkas Perkara.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Gery Yasid melalui Kepala seksi Penerangan Hukum Kejati Nixon Andreas Lubis, membenarkan pengembalian SPDP kedua terlapor tersebut ke penyidik Polda Kepri.

Pengembalian SPDP kasus TPPU yang sebelumnya disampaikan penyidik Polda Kepri itu, kata Nixon dilakukan, setelah 3 bulan SPDP diterima belum ada tindak lanjut tahap satu (Pengiriman berkas Perkara-red) dari penyidik Polda Kepri ke Kejaksaan.

“Pengembalian SPDP kasus TPPU atas nama terlapor Susanto alias Acing dan Mulyadi alias Ong itu, dilakukan Jaksa pada 16 April 2022, setelah 3 bulan tidak ada tindak lanjut berkas,” ujarnya pada PRESMEDIA.ID belum lama ini.

Sebelum dikembalikan, kata Nixon, tim jaksa di Kejaksaan Tinggi Kepri, juga telah menyurati penyidik Polda melalui P17 pertama dan P17 kedua.
Tujuannya, sebagai koordinasi dan mempertanyakan tindak lanjut penyidikan dari kasus TPPU atas SPDP yang dikirim tersebut.

“Tapi, sampai dua kali disurati tidak ada jawaban dari penyidik,” jelasnya.

Adapun surat SPDP yang sebelumnya dikirimkan penyidik Ditreskrimum Polda Kepri itu adalah SPDP Nomor: B/11/I/2022/Ditreskrim pada 14 Januari 2022 lalu atas Nama terlapor Susanto Alias Acing, dan SPDP Nomor:B/12/I/2022/Ditreskrim tanggal 14 Januari 2022 atas nama terlapor Mulyadi alias Ong.

Dalam SPDP ini, kedua terlapor disangka melanggar Pasal 3 atau 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas tindak Pidana asal, Perdagangan Orang yang saat ini sedang disidangkan di PN Tanjungpinang.

Polda Kepri melalui,, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt yang telah dikonfirmasi dengan pengembalian SPDP kasus TPPU terlapor Susanto alias Acing dan Mulyadi alias Ong ini, tak kunjung memberi tanggapan.

Kepada PRESMEDIA.ID, Harry Goldenhardt mengatakan akan memberi tanggapan kalau sudah ada datanya.

“Nanti ya, kalau saya sudah ada datanya,” ujarnya singkat.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.