Akibat Sewa Parkir, Warga Kawal Babak Belur Dipukuli Imigran Sudan

Korban Nuryadi (42) babak belur dipukuli imigran Sudan di warung miliknya di Kawal.
Korban Nuryadi (42) babak belur dipukuli imigran Sudan di warung miliknya di Kawal.

PRESMEDIA.ID, Bintan – Seorang warga Kelurahan Kawal Nuryadi (42) babak belur dipukul imigran Sudan di warung miliknya, depan Penampungan Bhadra Resort jalan Kawal Km 25, Kecamatan Toapaya, Jumat (20/5/2022) kemarin.

Nuryadi mengatakan, kejadian berawal ketika dia, menegur warga negara Sudan bernama Fatih di warung miliknya, atas keberadaan motornya yang parkir, namun menunggak sewa parkir hingga 6 bulan.

“Pada Jumat (20/5/2022) sore itu saya temui dia (Fatih-red) tempat parkir warung saya. Lalu saya minta tunggakan parkir tapi dia tak mau bayar. Terus saya bilang jika tak mau bayar, parkir di tempat lain,” katanya kepada awak media.

Apesnya, teguran itu bukannya ditanggapi baik melainkan dibalas dengan penganiayaan. Imigran mencekik lehernya.

Meskipun sempat dilerai warga lain, Namun imigran tersebut semakin brutal memukul wajah korban sebanyak 3 kali hingga membuat dirinya terjatuh.

Tak hanya disitu, imigran tersebut juga kembali memukul badan bagian belakangnya secara membabi buta sebelum akhirnya pergi dari lokasi tersebut.

“Saya tidak membalas atau melakukan perlawanan atas penganiayaan itu. Tapi ketika imigran itu mau kabur saya rekam video wajahnya,” jelasnya.

Atas kejadian itu, selanjutnya Nuryadi mendatangi Polsek Gunung Kijang untuk membuat laporan terkait penganiayaan yang dialami.

Kepada korban, Polisi juga meminta agar dia melakukan Visum, sebagai bukti penganiayaan nya yang dilakukan imigran Warga Negara Asing itu.

“Luka yang saya alami sudah divisum di Puskesmas Kawal. Kemudian hasil visum tersebut dilampirkan sebagai bukti penganiayaan dalam berita acara pemeriksaan (BAP),” ujarnya.

Atas kejadian ini lanjut-nya, Imigran yang melakukan penganiayaan pada warga itu sudah ditangkap pihak Polisi, dan kemudian diamankan di Mapolsek Gunung Kijang.

“Setelah itu pelaku dibawa ke Rudenim Tanjungpinang,” sebutnya.

Atas kejadian ini, Tokoh Masyarakat (Tomas) Kecamatan Gunung Kijang, Udin meminta kasus penganiayaan yang dilakukan imigran terhadap warga tempatan diusut sampai tuntas. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Harus ditindak tegas kasus ini kalau tidak para imigran meraja rela di sini. Bahkan bisa melakukan tindak pidana lainnya,” ucapnya.

Penulis : Hasura
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.