Serapan APBD Kepri Pertengahan Mei 2022 Baru 30 Persen

Salah satu kegiatan APBD 2022 Kepri, Proyek Penataan Pedestrian dan Penataan Median jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang dengan nilai Kontrak Rp38,9 M sedang dikerjakan kontraktor PT.Amanah Anak Negeri (Foto:Ismail)
Salah satu kegiatan APBD 2022 Kepri, Proyek Penataan Pedestrian dan Penataan Median jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang dengan nilai Kontrak Rp 38,9 M sedang dikerjakan kontraktor PT.Amanah Anak Negeri (Foto:Ismail)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Serapan anggaran APBD Kepri hingga pertengahan Mei 2022 baru sekitar 30 persen dari Rp3,870 triliun total APBD Kepri. Angka tersebut tergolong rendah, mengingat Tw-II tinggal 1 bulan lagi akan berakhir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau Adi Prihantara, mengatakan, rendahnya serapan anggaran APBD Kepri itu, dikarenakan adanya perubahan sejumlah tata kelola pelaksanaan APBD 2022. Ditambah lagi, pelaksanaan kegiatan proyek fisik 2022 ini, baru mulai dikerjakan saat masuk momen Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Akibatnya, frekuensi pekerjaan tidak optimal. Makanya, sekarang kita Push (dorong) untuk mengejar ketertinggalan ini,” Kata Adi Prihantara di Tanjungpinang, Rabu (25/5/2022).

Oleh karena itu, lanjut Adi, Pihaknya juga terus mendorong Kepada seluruh OPD di Kepri, agar segera melaksanakan kegiatannya sesuai dengan DIPA Anggaran yang sudah tersedia.

“Karena dengan serapan anggaran pada Tw-II ini menjadi satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi Kepri. Kami Targetkan Juli 2022 nanti sudah diatas 40 persen lah,” ucapnya.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri ini juga menambahkan, selain fokus meningkatkan serapan APBD, pihaknya juga segera mempersiapkan penyusunan APBD Perubahan 2022.

Rencananya pembahasan APBD Perubahan itu, akan dimulai pada pertengahan atau akhir Juni 2022 mendatang.

“Tapi yang terpenting saat ini, kita harus menggesa serapan dan pemanfaatan produk dalam negeri dahulu,” ujarnya.

Untuk diketahui, APBD Kepri 2022 sebesar Rp 3,870 triliun. Terdiri dari, belanja operasional Rp 2,811 triliun, belanja modal Rp 462 miliar, belanja tidak terduga Rp 30 miliar, dan belanja transfer sebesar Rp 567 miliar. Selain itu, dari pembiayaan sebesar Rp 390 miliar, terdiri dari Silpa sebesar Rp 210 miliar, dan pinjaman sebesar Rp 180 miliar

Sementara pendapatan sebesar Rp 3,480 triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,348 triliun, dana perimbangan Rp 2,130 triliun, dan pendapatan lainnya yang sah sebesar Rp 1,26 miliar.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.