BPCB Sumbar Ekskavasi Situs Tapak Istana Kedaton Pulau Penyengat

Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat melakukan ekskavasi guna memperjelas Situs Tapak Istana Kedaton di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. (Foto : Istimewa)
Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat melakukan ekskavasi guna memperjelas Situs Tapak Istana Kedaton di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. (Foto : Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat melakukan ekskavasi atau penggalian Situs Tapak Istana Kedaton di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Tapak Istana Kedaton merupakan istana Yang Dipertuan Muda Riau X, Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi periode 1858 hingga 1899.

Kepala BPCB Sumatera Barat, Teguh Hidayat, mengungkapkan Penggalian bertujuan untuk mengungkap dan memperjelas keberadaan Situs.

Meski kondisinya sudah cukup memprihatinkan karena mengalami keruntuhan dan bangunan yang sudah terpendam tanah. Namun, situs Istana Kedaton memiliki potensi yang bagus sebagai media pembelajaran, kajian Akademik yang berkaitan dengan struktur dan arsitektural bangunan masa lalu.

Maka, ekskavasi ini dilakukan bertujuan untuk mengungkap potensi cagar budaya tersebut agar bangunan fisik situs bisa terekonstruksi lebih jelas. Sehingga, situs Tapak Istana Kedaton Penyengat dapat kembali lebih hidup.

“Tidak menutup kemungkinan, Istana Kedaton bisa menjadi daya tarik utama selain Masjid Sultan,” ungkapnya, Selasa (31/5/2022).

Tegus menjelaskan, selain Istana Kedaton dan situs yang terkenal saat ini di Pulau Penyengat, masih banyak situs-situs yang serupa dan belum terungkap. Seperti, Istana Bahjah, Istana Laut dan beberapa runtuhan bangunan lainnya.

Jika semua situs cagar budaya ini diungkap, maka secara langsung akan memperkaya obyek bersejarah di Pulau Penyengat.

“Jika kita saling berkomitmen, baik masyarakat maupun pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi yang masih tidur ini,” sebut Teguh.

Ia menambahkan, Pulau Penyengat banyak memiliki cagar budaya yang masih harus dipelihara, karena menjadi bukti kebesaran masa lalu dan bermanfaat untuk masa kini dan masa mendatang.

Maka dari itu, pelaksanaan ekskavasi Istana Kedaton ini juga merupakan awal dari upaya perlindungan secara komprehensif. Dan, diharapkan dapat terus berlanjut secara periodik, bersamaan dengan pemanfaatan untuk kajian akademik dan proses merdeka belajar.

“Kita melakukan ekskavasi ini turut melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja, dan rencana akan di lakukan selama 2 minggu,” demikian Teguh.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.