Terdakwa Bayu Dikendalikan Napi Lapas Ambil Sabu Dari Malaysia Pakai Speed Boat PMI Ilegal

Terdakwa Bayu Winatra Kurir Narkoba Sabu 71,9 Gram dan Pil ekstasi 35 butir saat sidang di PN Tanjungpinang
Terdakwa Bayu Winatra Kurir Narkoba Sabu 71,9 Gram dan Pil ekstasi 35 butir saat sidang di PN Tanjungpinang (Foto:Roland/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terdakwa Bayu Winatra, kurir Narkoba sabu 71,9 Gram dan Pil ekstasi 35 butir, mengaku memperoleh narkoba Sabu dan Pil Ekstasi dari jaringan Internasional yang dibawa Speedboat PMI Ilegal dari Malaysia ke Tanjung Uban Bintan.

Hal itu terungkap dalam dakwaan Jaksa Terhadap Terdakwa yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Wiradhany dari Kejari Tanjungpinang di PN Tanjungpinang, Selasa (31/5/2022).

Jaksa mendakwa Bayu Winatra dengan dakwaan berlapis, melanggar pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dalam dakwaan Pertama. Dan Pasal 112 Ayat 2 Jo. Pasal 132 Ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dalam dakwaan kedua.

Dalam dakwahnya, Jaksa mengatakan, sindikat peredaran narkoba yang dilakukan terdakwa, juga dikendalikan seorang Napi di Lapas Narkotika Tanjungpinang bernama M.Amri.

Terdakwa Bayu Winatra sendiri ditangkap Polres Tanjungpinang, setelah sebelumnya terdakwa terdakwa Zahratul Aini (Disidangkan secara terpisah) di Perumahan Pinang Merah Jalan Hang Lekir Kota Tanjungpinang pada pukul 19.00 WIB, Selasa (4/1/2022)lalu.

Kepada Polisi, terdakwa Zahratul Aini, mengaku membeli 2 butir narkoba pil Ekstasi dari terdakwa Bayu seharga Rp500 ribu. Atas pengakuan Zahratul Aini, selanjutnya Polisi melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap terdakwa Bayu pada hari yang sama didepan rumah terdakwa Zaharatul.

Saat diamankan, terdakwa Bayu selanjutnya mengakui, menyimpan 9 Paket sabu dan 23  butir pil ekstasi untuk dijual kepada orang dan sebagainya untuk terdakwa gunakan sendiri.

“Terdakwa Bayu mengaku, mengantar dan menjual narkoba Sabu itu atas perintah Narapidana Lapas Narkotika Tanjungpinang M.Amri dengan iming-iming imbalan sebesar Rp 80 juta,” ujar Jaksa.

Narapidana Amri lanjut Jaksa, juga menyuruh terdakwa Bayu untuk mengambil narkoba langsung ke Malaysia. Dan atas perintah M.Amri, terdakwa Bayu berangkat ke Johor Malaysia dengan menggunakan speed boat PMI ilegal dari pelabuhan ilegal Tanjunguban pada Rabu(22/12/2021) lalu.

Sesampainya di Malaysia, Terdakwa kemudian dihubungi seseorang yang tidak dikenal dan bertemu untuk mengambil 1 kantong plastik warna hitam berisikan 1 paket besar narkoba sabu.

Selain mengambil narkoba Sabu, terdakwa yang mengaku saat itu di Malaysia, juga diperintahkan M.Amri untuk membeli 100 butir pil Ekstasi seharga RM 2 ribu dan 30 butir pil Happy Five dengan harga RM 600.

“Uang untuk membeli barang itu, dikirimkan Amri sebesar RM 7 ribu,” kataa terdakwa sebagaimana Dakwaan-nya.

Selanjutnya, ketika terdakwa Bayu mau pulang dari Malaysia Napi Lapsa Narkotika M.Amri kembali mengirimkan uang kepada terdakwa sebesar RM 4.200 untuk biaya pulang.

“Terdakwa pulang dari Malaysia melalui Sungai Rengit menuju Batam dengan speed boat TKI ilegal kembali,” ujar Jaksa.

Sesampainya di Batam, Terdakwa selanjutnya langsung menuju Punggur untuk naik kapal roro menuju Tanjung Uban dan selanjutnya ke Tanjungpinang.

Atas Dakwaan Jaksa Penuntut umum, terdakwa yang didampingi Kuasa Hukumnya menyatakan tidak keberatan dengan dakwaan JPU.

Majelis Hakim, Riska Widiana didampingi Majelis Hakim anggota menunda persidangan selama satu pekan dengan memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.