Profil Proyek Jembatan Babin Masuk Tender KPBU Kementerian PUPR

Peta Jembatan Bamatm Bintan di situr KPBU
Peta Jembatan Bamatm Bintan di situr KPBU (Foto:situs simpul kpbu.pu.go.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kendati proses ganti rugi lahan berlum selesai dilaksanakan provinsi Kepri, Tapi profil proyek Jembatan Batam-Bintan dengan item pembangunan, masuk di situs tender proyek Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman (PUPR) pusat.

Dikutip dari situs simpul kpbu.pu.go.id, Proyek Jembatan Batam-Bintan dikategorikan sebagai proyek Solicited (mutlak atau pasti) dengan sektor Pekerjaan Jalan dan Jembatan, dengan Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kemudian Status Proyek Finas Business Case atau memiliki dokumen analisis dan nilai, kelayakan, biaya, manfaat dan resiko dari rencana proyek sebagai bahan dan acuan dasar dalam penyusunan Outline.

Lokasi proyek di Kepulauan Riau, Tipe Proyek Build Operate Transfer (BOT) atau pembiayaan proyek didanai oleh investor sendiri untuk dimanfaatkan.

Sumber utama pengembalian Investasi dilakukan dengan cara Availability Payment atau Pembayaran Ketersediaan Layanan (AP) atau pembayaran secara berkala oleh Menteri/Kepala Lembaga kepada Badan Usaha Pelaksana dengan masa konsesi 50 Tahun.

Kelayakan Finansial IRR 10.8%, dan Struktur Pendanaan Equity Under Calculation Debt Under Calculation, dan data teknis panjang jalan 14,753 KM.

Pada Profil Proyek Jembatan Batam-Bintan ini, juga disebutkan Rencana kecepatan pengguna jalan dan jembatan 80 km/jam. Lebar Lajur 3,6 meter, Lebar Bahu Luar 3,0 meter, Lebar Bahu Dalam 1,5 meter.

Lebar Median (termasuk bahu dalam) 4,0 meter, Jumlah Junction 2 (Batam dan Bintan), Jumlah Interchange 1 (Tanjung Sauh), Bentang Jembatan Cable Stayed sepanjang 500 meter pada alur pelayaran Vertical Clearance 60 meter dan Lalu Lintas awal per hari pada tahun 2024 sebanyak 8.106 Mobil dan motor

Proyek Jembatan Batam- Bintan sendiri, merupakan proyek KPBU dengan skema solicited yang merupakan jembatan khusus yang terdiri dari 2 jembatan yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan.

Proyek Jembatan babin merupakan Major Project sesuai dengan Peraturan Presiden No 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020-2024 yang pembiayanya dilaksanakan dengan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman (PUPR) pusat.

Kerjasama KPBU dilaksanakan dalam tiga tahap mulai dari perencanaan, penyiapan, dan transaksi. Pada tahap perencanaan Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/direksi BUMN/BUMD menyusun rencana anggaran dana, Identifikasi, pengambilan keputusan, penyusunan Daftar Rencana KPBU.

Output tahap perencanaan adalah daftar prioritas proyek dan dokumen studi pendahuluan yang disampaikan pada Kementerian PPN/BAPPENAS untuk disusun sebagai Daftar Rencana KPBU yang terdiri atas KPBU siap ditawarkan dan KPBU dalam proses penyiapan.

Selanjutnya dalam tahap penyiapan KPBU Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/direksi BUMN/BUMD selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dibantu Badan Penyiapan dan disertai konsultasi Publik, menghasilkan prastudi kelayakan, rencana dukungan Pemerintah dan Jaminan Pemerintah, penetapan tata cara pengembalian investasi Badan Usaha Pelaksana, dan pengadaan tanah untuk KPBU.

Tahap transaksi dilakukan oleh PJPK dan terdiri atas penjajakan minat pasar, penetapan lokasi, pengadaan Badan Usaha Pelaksana dan melaksanakan pengadaannya, penandatanganan perjanjian, dan pemenuhan biaya.

Dengan adanya pembangunan jembatan ini diharapkan akan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi biaya logistik antar dua pulau, serta dapat mengefisiensikan mobilitas kendaraan dari kedua wilayah di Kepulauan Riau, yaitu Batam dan Bintan.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.