Berkomplot Lakukan Pemerasan Oknum TNI dan Fi Dilaporkan Ke Polisi

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang Awal Sya’ban (Dok-Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Mengaku Polisi dan melakukan Pemerasan. Oknum TNI inisial Ls bersama rekanya Fi dilaporkan seorang wanita Nf ke Polisi.

Atas laporan itu akhirnya Polisi menangkap Fi seorang warga sipil. Sedangkan Ls yang merupakan anggota TNI diserahkan ke kesatuannya untuk diproses hukum.

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan penangkapan terhadap Fi dilakukan atas laporan korban Nf yang mengaku diperas dan Handphonenya diambil Ls.

Kronologis kejadian, berawal ketika korban Nf bersama pelaku Fi yang ternyata adalah komplotan Ls berduaan didalam kamar Wisma Bintan Harmoni.

Saat keduanya di dalam Kamar, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu yang ternyata adalah Oknum TNI Ls. Kepada korban Nf, Ls mengaku dari Polisi mengancam akan memproses hukum korban Nf dengan sangkaan melakukan prostitusi Online.

“Pelaku Ls mengancam korban akan memproses hukum karena melakukan prostitusi online,” ungkap Awal, Rabu (1/6/2022).

Namun saat itu korban membantah dan mengatakan kalau dirinya sedang datang bulan.

Saat itu, pelaku Ls tidak percaya sehingga dilakukan pengecekan dengan membawa korban di ke kamar mandi. Sedangkan Fi disuruh keluar oleh Ls agar kabur.

“Korban juga mengaku, saat didalam kamar Mandi dilecehkan secara seksual oleh Ls dan Ls mengambil Handphone milinya,” kata Awal.

Atas kejadian itu, selanjutnya korban Nf melapor ke Mapolresta Tanjungpinang. Kemuidian dilakukan Penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, Tim Jatanras Sat Reskrim Polresta Tanjungpinang mendapat informasi, bahwa Fi berada di komplek Ruko D’Green City Kota Tanjungpinang. Selanjutnya Tim mengamankan Fi di Komplek Ruko D’Green City Kota Tanjungpinang sekitar pukul 21.15 WIB, Selasa (31/5/2022).

“Saat diamankan dan diinterogasi akhirnya Fi mengakui, dia berkomplot dengan Ls melakukan penggerebekan untuk melakukan pemerasan terhadap korban,” ujarnya.

Pelaku Fi juga mengatakan, bahwa yang mengatur rencana untuk memeras korban adalah pelaku Ls yang berpura-pura sebagai seorang Polisi dan menggerebek korban dengan tuduhan melaakukan prostitusi online.

“Saat ini pelaku Ls telah diserahkan ke Kesatuannya untuk diproses. Sedangkan Pelaku Fi wajib lapor,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, Lanjut Awl, korban Nf juga mengaku telah berdamai dengan kedua pelaku dan handphone Merk OPPO A5 2020 warna hitam miliknya yang sebelumnya diambil Ls telah dikembalikan ke korban.

Penulis :Roland
Editor   :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.