PPDB SMK/SMA di Kepri Dilakukan Dua Tahap Juni 2022 Dengan 4 Jalur Pendaftaran

Ilustrasi. Para siswa di salah satu SMA Negeri di Tanjungpinang. (Foto Ismail).
Ilustrasi. Para siswa di salah satu SMA Negeri di Tanjungpinang. (Foto Ismail).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 jenjang SMA dan SMK di Kepri, akan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juni 2020 dengan dua tahap dan 4 jalur pendaftaran.

Kepala dinas Pendidikan Provinsi Kepri Adi Agung, mengatakan skema pelaksanaan PPDB tahun 2022/2023 di Kepri akan dilakukan dua tahap. Pertama untuk jenjang SMK kemudian dilanjutkan dengan jenjang SMA.

“Jadi, penerimaannya tidak bersamaan, Tapi dua tahap, pertama SMK dahulu baru jenjang SMA,” kata Agung.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, pendaftaran PPDB jenjang SMK akan dimulai pada tanggal 18-25 Juni 2022, kemudian pengumuman 27 Juni 2022 dan pendaftaran ulang 29 Juni hingga 1 Juli 2022.

Sedangkan untuk jenjang SMA, pendaftaran dilakukan dengan 4 jalur, Yaitu, Pendaftaran melalui jalur prestasi, Afirmasi, Perpindahan orang tua  dan jalur Bahasa. Pendaftaran untuk jenjang SMA ini akan mulai dibuka pada 18-25 Juni 2022, Kemudian pengumuman tanggal 27 Juni 2022. Kemudian, Jalur zonasi dibuka pada 28 Juni hingga 2 Juli 2022, lalu pengumuman 4 Juli 2022, sedangkan pendaftaran ulang 6-8 Juli 2022.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga menghimbau, agar para orang tua tidak lagi memaksakan keinginannya untuk memasukkan anaknya pada sekolah tertentu agar terjadi pemerataan siswa di seluruh sekolah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Adi Prihantara juga menegaskan, Pelaksanaan PPDB di Kepri tahun ini tak ada lagi istilah sekolah favorit. Karena kondisi itu akan memicu terjadinya penumpukan siswa di sejumlah sekolah tertentu. Sehingga, penyebaran siswa menjadi tidak merata.

“Kita mengupayakan semua sekolah di Kepri jadi sekolah favorit, yakni dengan meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” ungkapnya, Jumat (3/6/2022).

Orang tua lanjut Adi, harus memahami, jika kuota di satu sekolah sudah penuh maka harus bergeser ke sekolah lain yang masih bisa menampung siswa.

Selain itu, ia juga mengimbau para orang tua memahami ketentuan PPDB yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek). Yakni, dengan membuka 4 empat jalur pendaftaran yaitu, Zonasi 65 persen, Afirmasi 15 persen, jalur perpindahan orang tua 5 persen dan prestasi 15 persen.

“Kesiapan ruang belajar siswa dan guru kita tahun ini juga sudah mencukupi. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) dapat mengatur penyebaran dan pemerataan siswa supaya tidak menumpuk di sekolah tertentu,” katanya.

Sebelumnya, Kepala dinas pendidikan Kepri Andi Agung, juga mengatakan pada PPDB tahun ajaran 2022/2023 ini, pihaknya telah menyiapkan 108 ruang kelas baru (RKB) SMA/SMK untuk menampung calon peserta didik baru di Kota Batam.

Hal itu ditandai dengan pembangunan RKB melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dua RKB  menggunakan APBD Kepri 2022.

Andi juga mengatakan, persoalan yang timbul dalam setiap pelaksanaan PPDB setiap tahun, adalah daya tampung sekolah. Dimana, masalah yang muncul, kuota daya tampung sekolah tidak seimbang dengan jumlah siswa yang akan masuk.

“Tapi tahun ini, Insya Allah di Batam kita bangunn 108 RKB. Dengan harapan melalui penambahan RKB ini akan dapat membantu mengurai persoalan yang terjadi tahun lalu,” katanya.

Penulis:Ismail
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.