Imigran Sudan Penganiaya Warga-Kawal Ternyata Beli Motor Pakai KTP Warga Bintan

*Kapolres Bintan:Kita Akan Tertibkan Kendaraan Pengungsi

Aniaya Warga Karena Sewa Parkir, Polres Bintan tetapakan Imigran Sudan Fateh sebagi Tersangka, Polisi juga menemukan Imigran di Bintan beli motor pakai KTP warga lokal.
Aniaya Warga Karena Sewa Parkir, Polres Bintan tetapakan Imigran Sudan Fateh sebagi Tersangka, Polisi juga menemukan Imigran di Bintan beli motor pakai KTP warga lokal. (Foto:Hasura/presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Bintan – Sejumlah imigran pencari suaka yang ditampung dan menginap di Hotel Bhadra-Bintan, membeli Motor baru dan seken dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Warga Bintan.

Dengan kepemilikan Motor itu, sejumlah pengungsi dari berbagai negara dibawah naungan UNHCR dan IOM itu, bebas berkendara ke sejumlah wilayah Kabupaten Bintan maupun Tanjungpinang.

Kapolres Bintan AKBP.Tidar Wulung Dahono, mengatakan sejumlah motor yang digunakan para pengungsi di Bhadra Resort Bintan itu, merupakan motor milik mereka sendiri dan dibeli dengan uang mereka.

Hal itu diketahui dari penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan pada Warga Imigran Sudan Fateh alias Fe (35) yang ditetapkan tersangka karena melakukan penganiayaan pada warga Kelurahan Kawal Nuryadi alias NR (41).

“Mereka (Imigran-red) mendapatkan motor dengan cara membelinya dengan menggunakan identitas penduduk lokal (Warga Bintan-red),” ujar AKBP.Tidar Wulung saat menggelar konferensi pers kasus penganiayaan yang dilakukan Imigran Sudan di Mako Polres Bintan, Jumat (3/6/2022).

Tidar juga mengatakan, pengungkapan kepemilikan Motor oleh sejumlah Imigran pencari suaka itu, terungkap dari penyelidikan lanjutan kasus penganiayaan yang dilakukan Imigran asal Sudan kepada warga Kawal.

“Seperti motor yang digunakan tersangka Fe ini, Dia mengangkat membelinya dengan menggunakan KTP warga lokal. Sementara untuk Parkir, Fe memarkirkan kendaraannya di eks-lokasi warung milik korban Nr yang berada di seberang Bhadra Resort Jalan Wisata Bahari Km 25 Kecamatan Toapaya,” ujarnya.

Warga Sudan Fe saat ini, ditetapkan Polres Bintan sebagai Tersangka penganiayaan terhadap Nuryadi yang warga Kawal.

Penyebab penganiayaan sendiri lanjut Kapolres, akibat tidak terima Nr menagih uang parkir kepada Tersangka selama 4 bulan Rp200 ribu.

“Tersangka Fe enggan membayarnya tagihan sewa parkirnya. Kemudian Nr mendorong motor milik Fe dengan tujuan agar tidak dititipkan lagi di lokasi exs warungnya. Hal itu membuat Fe emosi dan langsung memukuli korban di bagian wajah, punggung,” jelasnya.

Atas kejadian itu, selanjutnya Nr melaporkan Fe ke Polisi, dan selanjutnya Fe ditetapkan tersangka pelaku penganiayaan.

“Tersangka Fe yang merupakan imigran Sudan ini, dijerat dengan Pasal 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan,” sebut Tidar.

Terkait kepemilikan Motor dan Warga Imigran yang berkendaraan dijalan Raya. Kapolres Tidar juga mengaku, sudah memerintahkan anggotanya di Satlantas Polres Bintan melakukan penertiban.

“Saya sudah perintahkan Satlantas untuk melakukan penertiban terhadap kelengkapan berkendaraan dan administrasi secara rutin. Penertiban juga akan dilakukan di jalan raya,” katanya.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.