Lama Terbiarkan Satlantas Polres Bintan Akhirnya Tertibkan Imigran Naik Motor  

Warga imigran di Bintan saat naik Motor, dan deretan Motor Imigran yang di Parkiran depan Bhadra Resort Bintan
Warga imigran di Bintan saat naik Motor, dan deretan Motor Imigran yang di Parkiran depan Bhadra Resort Bintan (Foto:Hasura/presmedia) 

PRESMEDIA.ID, Bintan – Setelah lama terbiarkan, Satlaantas Polres Bintan akhinya menyatakan, akan menertibkan Imigran yang menggunakan Motor di sejumlah Jalan raya di Bintan dan Tanjungpinang.

Kasatlantas Polres Bintan AKP Kartijo mengatakan, Apabila melihat dan menemukan pengungsi Imigran yang ditampung di Bhadra Resort itu berkendara di jalanan raya, akan ditindak tegas karena jelas sebuah pelanggaran.

“Kita punya Undang-Undang Lalulintas Nomor 22 Tahun 2009. Mereka boleh gunakan motor, Tapi harus ada SIM Internasional. Kemudian diketahui oleh wilayah hukum (wilkum) Indonesia khususnya Bintan. Tetapi kalau tidak ada, jelas pelanggaran dan akan kita tindak,” ujarnya Jumat (3/6/2022).

Kepada anggota Lantas yang bertugas, AKP.Kartijo mengaku, juga  sudah memerintahkan untuk menertibkan dan melakukan tindakan tegas “Tilang” bagi Imigran di Bhadra yang membawa kendaraan yang tidak dilengkapi dengan alat berkendaraan, administrasi berkendaraan.

“Langsung ditindak dan ditahan motornya, lalu kasih mereka surat tilang. Jika mereka sudah mengikuti sidang dan membayar denda maka kendaraan itu boleh diambil kembali. Kalau pelanggaran diulang lagi melakukan proses, seterusnya akan begitulah,” katanya.

Kartijo juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Imigrasi dan UNHCR, Dan pihak UNHCR juga menyatakan, imigran pencari suaka yang sementara ini ditampung dan diinapkan di Bhadra Resort Bintan itu, tidak boleh mengendarai kendaraan tanpa ada dokumen resmi.

“Namun untuk bersepeda mereka diperbolehkan. Apabila mereka mau bepergian, Bisa memanfaatkan jasa tukang ojek. Seperti yang terjadi di Kota Batam. Para imigran menggunakan jasa gojek untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Imigran itu juga dikatakan tidak boleh membeli atau menyewa motor dan  berkendara dengan bebas.

“Lebih baik gojek dan tukang ojeknya kan bisa dari warga setempat Ini juga bisa menjadi lapangan kerja baru bagi warga setempat,” jelasnya.

Kartijo juga menegaskan kepada masyarakat, agar tidak menyewakan kendaraan motornya kepada imigran. Karena itu memicu banyaknya imigran yang bebas berkendara di Kabupaten Bintan maupun Tanjungpinang.

“Ingat, jangan sampai kita razia motor-nya yang disewa, Lalu merengek-rengek belas kasihan datang ke agar motornya dilepas. Saya tidak mau dengar itu lagi,” tegasnya.

Penulis:Hasura
Editor  :Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.