Nambang Pasir Tanpa Izin di Bintan, Dahlan Alias Pak Andak Dijerat Pasal Tunggal Minirban

Polisi Saat menggerebek dan menutup Tambang Pasir Illegal di Bintan.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Lakukan penambangan pasir Tanpa Izin, Dahlan Alias Pak Andak dijerat pasal Tunggal UU Pertambangan Mineral dan Batubara oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bintan.

Dari data yang diperoleh Media ini di sistem informasi Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Berkas perkara tersangka Dahlan Alias Pak Andak, telah dilimpah Kejaksaan Negeri Bintan ke PN Tanjungpinang pada 27 Mei 2022 dengan nomor Register Perkara 162/Pid.Sus/2022/PN Tpg, dan akan mulai disidangkan pada Rabu (8/6/2022).

Dalam berkas perkara, Jaksa menyatakan, tersangka Dahlan Alias Pak Andak diancam dengan pidana berdasarkan Pasal 158 Jo Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam berkas, Jaksa juga mengatakan, perbuatan penambangan tanpa izin tersangka Dahlan Alias Pak Andak, dilakukan dengan cara, pembukaan dan pengupasan lahan menggunakan alat Excavator milik saksi Supriadi alias Ahuat.

Setelah pengupasan, selanjutnya tersangka Dahlan alias Pak Andak, mulai melakukan penggalian pasir putih dan melakukan pemindahan pasir ke atas bak truk untuk dijual menggunakan sekop oleh empat orang pekerjanya.

Dari setiap penjualan yang dilakukan, Tersangka Dahlan alias Pak Andak, menjual pasir yang ditaambangnya Rp.250.000,- sampai dengan Rp.350.000,- per 3-4 kubik.

Tersangka Dahlan alias Pak Andak ini, awalnya ditangkap dan diproses Polres Bintan pada Rabu (26/1/2022) di Kampung Kangka Sumoet Km.46 Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan.

Saat itu, Polisi mengamankan satu unit mobil Light Truck warna Kuning Merk Mitsubishi Colt Diesel FE 334 BP 9629 TU yang membawa muatan pasir. Ketika diamankan Polisi, sang Sopir mengaku membeli Pasir yang dimuatnya dari tambang milik tersangka Dahlan.

Selanjutnya Polres Bintan mendatangi lokasi tambang pasir milik tersangka Dahlan. Dan saat didatangi, Polisi tidak menemukan lagi aktivitas penambangan Pasir dan hanya menemukan sekop dan seorang saksi bernama M.Idris Lubis.

Selanjutnya Polisi mengamankan Sekop dan saksi M.Idris Lubis ke Pos Polisi Desa Berakit. Kepada Polisi M.Idris Lubis mengaku, dipekerjakan tersangka Dahlan alias Pak Andak, hingga akhirnya Polres Bintan hanya menjadikan Dahlan alias Pak Andak sebagai tersangka Penambangan tanpa izin.

Penulis : Presmedia
Editor : Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.