Menteri Pertanian Setujui Usulan Diskresi Pengiriman Hewan Sapi Dari Lampung ke Kepri

Akibat Penyakit PMK Stock ternak Sapi di Kepri saat ini Minim, atas hal itu, Pemerintah dan DPRD Kepri meminita Kepastian Diskresi pengiriman Sapi dari Lampung. (Foto:Dok-Presmedia.id)
Akibat Penyakit PMK Stock ternak Sapi di Kepri saat ini Minim, atas hal itu, Pemerintah dan DPRD Kepri meminita Kepastian Diskresi pengiriman Sapi dari Lampung. (Foto:Dok-Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kementerian Pertanian menyetujui diskresi pengiriman Hewan sapi dari Lampung ke Kepri, untuk persediaan Qurban ditengah maraknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Selanjutnya, Hewan qurban yang akan didatangkan dari Lampung Tengah itu, akan dimasukan sebanyak yakni 3.136 ekor sapi dan 14.448 ekor kambing ke Kepri.

“Nantinya pemasukan hewan qurban akan melalui mekanisme port to port tanpa melalui wilayah merah,” ujar Ansar sebagaimana rilis humas provinsi Kepri Senin (6/6/2022).

Pasokan Hewan sapi ke Batam, direncanakan akan masuk melalui Pelabuhan Sekupang dan Kambing melalui Pelabuhan Piayu.

Selanjutnya diskresi ini akan diinformasikan secara resmi melalui surat tertulis dari Kementan, sesuai mitigasi yang diarahkan oleh Badan Karantina Pusat.

Gubernur Ansar juga mengatakan, kebutuhan hewan ternak untuk qurban di Provinsi Kepri sebanyak 3.136 ekor sapi dan 14.448 ekor kambing sehingga perlu pemasukan hewan ternak sapi dan kambing dari Provinsi/daerah lain.

Namun berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap lalu lintas Hewan Rentan PMK (HRP) ke Pulau Bebas (Pulau yang belum ditemukan kasus PMK atau belum dilaporkan adanya gejala klinis PMK berdasarkan data atau informasi dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) hanya dapat berasal dari Pulau Bebas.

Related Posts

Adapun Pulau yang masih bebas PMK adalah Bali, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi. Namun jikaa didatangkaan dari sanaa, jarak pulau tersebut cukup jauh dari Provinsi Kepri dan membutuhkan waktu sekitar 7 hari perjalanan Keadaan tersebut akan meningkatkan tambahan biaya hingga resiko kematian ternak.

Untuk itu, Gubernur Provinsi Kepri sebelumnya menyurati langsung Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada Jum’at (3/6/2022) lalu.

Dalam suratnya, Gubernur Ansar memohon, diberikan diskresi khusus ke Kepri, Untuk memasok ternak Sapi untuk kebutuhan ibadah Qurban dari provinsi Lampung yang masih bebas PMK ke Kota Batam.

Permohonan tersebut pun mendapat respon positif dari Kementan RI dimana ditindaklanjuti dengan diadakannya pertemuan Kadis Ketahanan Pangan,

Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri Rika Azmi bersama Anggota Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin dan Onward Siahaan serta perwakilan asosiasi pedagang peternak Kota Batam bersama Perwakilan Kementan RI yang terdiri dari Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Wisnu Wasisa Putra, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam Iyus Hidayat, dan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang Raden Nurcahyo.

Pertemuan tersebut menghasilkan pemberiaan diskresi kepada Kepri untuk memasok Hewan Sapi untuk kebutuhan Qurban dari Provinsi Lampung.

“Pemasukan ternak sesuai dengan jumlah kebutuhan melalui mekanisme port to port dengan pengawasan dan pengawalan ketat mulai dari daerah asal, selama pengangkutan dan setelah sampai ditempat tujuan,” kata gubernur sebagaimana bunyi surat permohonanya.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.