Penyelidikan Dugaan Mafia Tanah di Tanjungpinang Terbengkalai Akibat Hasil Ukur Belum Diserahkan BPN

Pegawai BPN Tanjungpinang saat melakukan Proses Pengukuran dan pengembalian Tapal Batas dalam kasus dugaan mafia tanah di kota Tanjungpinang
Pegawai BPN Tanjungpinang saat melakukan Proses Pengukuran dan pengembalian Tapal Batas dalam kasus dugaan mafia tanah di kota Tanjungpinang (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penyelidikan dugaan mafia tanah yang dilaporkan warga ke Polres Tanjungpinang, hingga saat ini terkendala akibat hasil pengukuran objek lahan yang dipersengketakan belum dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Tanjungpinang.

Penyidik Polres Tanjungpinang juga mengakui, belum menerima hasil gambar dan pengukuran lahan yang dilaporkan warga tersebut dari BPN.

Kasat Reskrim Polrestaa Tanjungpinang, melalui Kanit Idik I Pidum Satreskrim Polres Tanjungpinang Ipda Pradana Manurung, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan penyidikan atas kasus dugaan penyerobotan dengan modus manipulasi yang dilaporkan warga tersebut.

Namun karena belum ada hasil dari pengukuran BPN, proses penyidikannya belum dapat dilanjutkan.

“Proses penyelidikan masih terus kami lakukan. Dan sampai saat ini, kami masih menunggu hasil gambar pengukuran yang sudah di lakukaan BPN Tanjungpinang,” katanya Rabu (8/6/2022).

Ia juga menyebutkan, setelah mendapatkan gambar pengukuran dari BPN, Penyidik akan memanggil dan meminta keterangan BPN Tanjungpinang atas lahan tersebut. Setelah itu, baru dilakukan gelar Perkara.

“Untuk pemeriksaan sejumlah saksi dalam kasus kai sudah lakukan, dan setelah hasil pengukuran dari BPN ini kami peroleh, akan segera kami lakukan gelar perkara,” singkatnya.

Belum adanya tindak lanjut progres penyelidikan dugaan mafia tanah di Poltesta Tanjungpinang ini, juga dikeluhkan Achmad Pardamean dan Kuasa hukumnya Andrizal SH.

Ia mengatakan pihaknya juga telah menyurati BPN Tanjungpinang, Kanwil BPN Kepri dan Pusat, terkait surat undangan pengukuran ulang dan pemetaan kadastral atas lahan objek perkara yang diadukan. Namun pihak BPN justeru melakukan pengukuran atas nama Herman.

“Dalam surati itu, kami memperpertanyakan BPN atas agenda permohonan pengukuran yang dilakukan. Sebab pada pengukuran yang diminta hanya satu agenda, bukan bidangnya lahan Herman,” katanya.

Selain itu, Andrizal sebagai pihak pengadu juga mempertanyakan, gambar pengukuran yang dilakukan BPN hingga saat ini belum selesai dan belum diserahkan BPN Tanjungpinang ke Satreskrim Polres  Tanjungpinang.

“Kami pertanyakan juga secara prosedur berapa lama hasil pengukuran lahan yang dilakukan BPN keluar dan diperoleh,” ujarnya.

Sebelumnya, Warga Tanjungpinang Pardamean Sembiring mengadukan dugaan mafia tanah dengan modus penggelapan luas lahan dan pengurusan surat yang diduga dilakukan oknum yang mengaku tenaga ukur Kelurahan, di Kampung Sido jasa RT 4/RW 3 Kelurahan Batu 9 Kecamatan Batu IX Kota Tanjungpinang ke Polres Tanjungpinang.

Kuasa Hukum Achmad Pardamean, Andrizal SH mengaku mengadukan dugaan penyerobotan lahan dengan modus manipulasi luas bidang lahan miliknya klien itu atas kerugian formil dan material yang dialami korban.

Perolehan lahan milik klien sendiri dikatakan Adrizal berawal dari lahan almarhum Mulyani pada 2011 lalu dengan luas 34.000 meter persegi. Selanjutnya, AP Sembiring melakukan pengurus surat pengoperan lahan tersebut ke Kelurahan Batu IX pada tahun 2011.

Tetapi oleh seseorang saat melakukan pengukuran, diduga melakukan manipulasi luas bidang. Selanjutnya pada sisa lahan korban  kemudian ditimbulkan surat baru.

Atas pengaduan warga ini, selanjutnya Penyidik Polresta Tanjungpinang meminta pengukuran bidang lahan untuk kepentingan penegakan hukum yang sampai saat hasilnya belum diterima dari BPN.

Di Tempat terpisah,  Pihak BPN Tanjungpinang yang dikonfirmasi Media ini, terkait keluhan warga serta Penyidik atas belum adanya hasil gambar dan ukur dari lahan itu, memerlukan jawaban.

Kasi Persengketaan BPN Tanjungpinang Wasrial yang dimintai konfirmasi atas hasil gambar dan luas lahan yang telah diukur itu, juga belum memberi keterangan. Upaya konfirmasi ke BPN masih terus dilakukan Media ini.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.