Warga Protes Penimbunan Bakau di Km 8 Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang

Warga Protes Penimbunan Bakau di Km 8 Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang
Warga Protes Penimbunan Bakau di Km 8 Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang (Foto:Roland/presmedia) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Warga Kelurahan Sei Jang RT 6/RW 9 Bukit Bestari Tanjungpinang, memprotes penimbunan hutan Bakau yang dilakukan pengembang di depan pasar Buah Jalan Raja Haji Fisabililah Km 8 atas Kota Tanjungpinang.

Pasalnya, selain diduga tidak punya izin, Penimbunan yang dilakukan di arisan Sungai itu juga tidak memperhatikan keselamatan masyarakat, hingga mengakibatkan jalanan berlumpur dan berdebu.

Ketua RT 6/RW 9 kelurahan Sei Jang Ruswandi, mengatakan proyek penimbunan yang dikeluarkan warga sekitar itu, sudah berlangsung sejak dua hari lalu, hingga mengakibatkan jalan berlumpur saat hujan dan debu berterbangan saat Kemarau.

“Informasinya penimbunan ini milik seorang oknum anggota DPRD Bintan. Warga sekitar mengeluh karena jalanan berlumpur saat hujan dan berdebu saat panas,” ujar kata Ruswandi, Sabtu (11/6/2022).

Disinggung mengenai perizinan yang dimiliki, Eiswan juga mengaku hingga saat ini tidak diketahui, apakah sudah dikeluarkn oleh DLH dan dinas terkait.

“Penimbunan ini sudah berlangsung sejak beberapa hari ini, Informasinya mau dibangun pasar, tetapi mengenai perizinan dari Lurah kami tanya katanya ada. Tapi pemberitahuan ke RT dan RW sampai saat ini belum ada,” ujarnya.

Related Posts

Atas gangguan yang dilakukan, sejumlah warga pun mendatangi tempat penimbunan dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Satpol PP kota Tanjungpinang.

Atas keluhan warga itu, selanjutnya Satpol PP Tanjungpinang yang turun ke lokasi langsung menghentikan sementara aktifitas penimbunan tersebut.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Tanjungpinang, Hotasi Silitonga mengatakan, ketika penanggungjawab penimbunan ini ditemui belum dapat menunjukan izin penimbunan.

Atas hal itu, Anggota DPRD kota Tanjungpinang ini juga meminta, agar Satpol-PP dan dinas terkait mengevaluasi penimbunan tersebut, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

“Kita minta walikota agar mengevaluasi kinerja anak Buahnya ini, kok bisa ada penimbunan tapi isinya tidak ada, dan mengganggu aktivitas masyarakat,” sebutnya.

Kepala dinas PUPR Tanjungpinang, sebagai pemberi izin prinsip da tata ruang atas penimbunan tersebut, hingga saat ini belum dapat dimintai konfirmasi.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.