LKPJ-APBD 2021 Diterima, DPRD Minta Pemkab Bintan Pertahankan WTP

Ketua DPRD Bintan saat menyerahkan Berita acara LKPJ-SPBD 2021 Bintan kepada Plt.Bupayi Bintan Roby Kurniawan. (foto:Hasura)
Ketua DPRD Bintan saat menyerahkan Berita acara LKPJ-SPBD 2021 Bintan kepada Plt.Bupayi Bintan Roby Kurniawan. (foto:Hasura)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bintan menyatakan menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemkab Bintan Tahun Anggaran 2021 pada sidang Paripurna DPRD Bintan di Ruang Rapat Utama DPRD Bintan, Bintan Buyu, Senin (13/6/2022).

Paripurna LKPJ-APBD Bintan 2021 yang dipimpin boleh Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo serta didampingi Wakil Ketua I DPRD Bintan Fiven Sumanti dan Wakil Ketua II DPRD Bintan Agus Hartanto. Hadir juga Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan dan para Anggota DPRD Bintan serta OPD Bintan diawali dengan Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi.

Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo, mengatakan APBD Bintan 2021 dikelola secara efisien, transparan dan akuntabel. Sehingga membawa dampak kehidupan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bintan.

Bahkan mampu meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Kepri.

“Kami sebagai perwakilan rakyat meminta kepada Pemkab Bintan untuk mempertahankan semua keberhasilan itu. Kita juga ucapkan terimakasih kepada semua pihak atas kerjasamanya dalam melaksanakan hasil pembangunan sesuai perencanaan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan saat mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi juga sempat mencatat beberapa poin yang dianggapnya penting.

Roby menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas komitmen DPRD Bintan yang selalu siap dalam mendukung pembangunan.

“Terimakasih sekali lagi kami sampaikan. Dan semoga semua bisa terus lebih baik ke depan,” katanya.

Sebagaimana diketahui LKPJ Bintan 2021 bahwa realisasi APBD yang terealisasi sebesar 91,16 persen atau sebesar Rp. 1,12 triliun lebih dari target Rp. 1,23 triliun lebih. Kemudian penerimaan pembiayaan daerah dari penurunan Silpa dianggarkan sebesar Rp. 149 miliar lebih dan terealisasi Rp. 149 miliar lebih atau 100 persen.

Sementara pembiayaan untuk penyertaan modal investasi sebesar Rp. 1,6 miliar terealisasi 100 persen sehingga total pembiayaan netto yang dianggarkan sebesar Rp. 147,49 miliar lebih dan terealisasi 100 persen.

Untuk investasi pada tahun 2021 realisasi investasi mencapai USD 1,55 miliar atau setara dengan Rp. 22,2 triliun lebih dengan rincian Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp. 21 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp. 1,13 triliun lebih.

Kemudian, sepanjang tahun 2021 hasil produksi perikanan tangkap mencapai 57.131 ton melampaui target yang ditetapkan sebanyak 56.801 ton.

“Kami akan terus berinovasi dan melahirkan berbagai terobosan demi pembangunan yang terus berkelanjutan,” ucapnya.

Penulis  : Hasura
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.