Status BB 850 Kardus Mikol di KM.Antoni Dipertanyakan, Penyidik TNI-AL Sebut Ada Perintah Atasan

*Terdakwa Tajuddin: 6.750 Botol Mikol di KM.Antoni Milik Darwis Adik Aji Permata

Sidang Lanjutan kasus Pelayaran Kapal Penyelundup Mikol Hakim pertanyakan status BB 850 Kardus Mikol di KM.Antoni, Penyidik TNI-AL sebut ada perintah atasan (foto:Roland/Presmedia)
Sidang Lanjutan kasus Pelayaran Kapal Penyelundup Mikol Hakim pertanyakan status BB 850 Kardus Mikol di KM.Antoni, Penyidik TNI-AL sebut ada perintah atasan (foto:Roland/Presmedia)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang kembali mempertanyakan status kepemilikan dan keberadaan barang-bukti (BB) 850 Kardus atau 6.750 botol minuman beralkohol di kasus pelayaran Kapal KM.Antoni dengan terdakwa Tajuddin.

Pertanyaan pemilik dan keberadaan seluruh Mikol saat ditangkap TNI-AL itu, diajukan Hakim pada saksi Penyidik Dinas Hukum Lantamal IV Aji Puspa Negara (28) dan Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan Kanwil BC Kepri Broto Setia Pribadi atas perubahan berita acara serah terima barang dari Lantamal IV ke Kanwil DJBC Karimun yang disebut sebagai barang temuan alias tidak bertuan.

“Kita tanyakan mikol itu ada dimana saat kapal diamankan, seakan-akan barang bukti itu didapat tak bertuan,” tanya Hakim Angggalato.

Selain itu hakim juga menyebut, mengapa Mikol yang seharusnya menjadi BB Kasus pelayan KM.Antoni dengan terdakwa Tajuddin, Diserahkan ke Bea dan Cukai sementara kasus perkaranya masih disidangkan?

“Jadi status barang Bukti ini seperti apa kedepannya. Seharusnya barang bukti muatan Kapal itu disertakan pada Kasus ini. Hingga melalui putusanlah yang lebih akurat dan tidak bias,” ucapnya.

Atas pertanyan itu, saksi Aji mengatakan bahwa terdakwa Tajuddin merupakan Nahkoda KM.Antoni yang membawa Mikol berbagai merk sebanyak 850 kardus dari Jurong Port Singapura dan diamankan Satrol 88 Bakamla di Perairan Pulau Mapur, Selasa (22/2/2022).

“Saat ditangkap kapal menggunakan nama KM.Virgo tetapi surat-suratnya KM.Antoni,” kata Aji.

Penyidik TNI-AL Sebut Ada Perintah Atasan

Aji juga menyebutkan, Dokumen kapal tersebut tidak dijadikan barang bukti karena sesuai dengan perintah atasan.

Sementara untuk 850 kardus mikol lanjutnya Aji, Sesuai arahan dan perintah pimpinan serta koordinasi dengan Kanwil BC Kepri, sudah diserahkan Ke Bea dan Cukai sesuai dengan perintah atasannya.

“Untuk Barang Bukti Mikol sudah kami limpahkan ke BC, sesuai dengan perintah pimpinan,” jelasnya.

Mendengar hal itu, Hakim Anggalanton kembali menanyakan, Apa status Barang Bukti Mikol yang diserahakan TNI-AL ke Bea dan Cukai, apakah Barang temuan atau Barang selundupan yang dibawa oleh terdakwa Tajuddin menggunakan KM.Antoni tanpa dilengkapi dengan Manifes atau Pelunasan Bea Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang perlu dilakukan penyelidikan dan penyidikan?

Menanggapi hal itu, saksi Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan Kanwil BC Kepri Broto Setia Pribadi membenarkan telah menerima pelimpahan Barang Bukti 850 Kardus atau 6.750 botol minuman beralkohol di kasus pelayaran Kapal KM.Antoni

Namun dalam berita acara serah terima Barang disebut, 850 Kardus atau 6.750 botol minuman beralkohol di KM.Antoni itu ditemukan tanpa dikenal pemiliknya.
“Pengertian “Tidak Dikenal” dalam berita acara serah terima Barang Bukti disini bukan barang bukti misalnya, Tetapi pelaku atau pemilik barangnya, Karena di dokumen tidak ada disebutkan siapa pemiliknya,” kata Broto Setia secara virtual.

Dengan tidak diketahuinya pemilik Barang Bukti 850 Kardus atau 6.750 botol minuman Beralkohol muatan KM.Antoni itu lanjut Broto, berdasarkan proses yang dilakukan BC, akan meminta surat lelang pemusnahan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Batam.

“Status mikol itu saat ini sudah menjadi milik negara,” paparnya.

Di Tempat terpisah, Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Khusus Kepri Rofiq mengatakan, atas diterimanya Barang Bukti 850 Kardus atau 6.750 botol minuman beralkohol muatan KM.Antoni dari TNI-AL itu, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan.

Rofiq juga membantah, jika berita acara serah terima barang sebagaimana Barang Bukti yang terungkap di Persidangan Kasus Pelayaran disebut sebagai “Barang Temuan”.

“Bukan barang temuan tapi barang yang diselundupkan dan saat ini masih kami lakukan proses penyelidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi usai pemusnahan Barang ilegal hasil tegahan KPPBC Tanjungpinang di TPA Ganet-Tanjungpinang, Selasa (14/6/2022).

Tajuddin Sebut 6.750 Botol Mikol Muatan KM.Antoni Milik Darwis Adik Aji Permata

Sementara itu, Terdakwa Tadjuddin mengatakan 850 Kardus atau 6.750 Botol Mikol Muatan KM.Antoni adalah milik Darwis Adik Aji Permata-Batam.

Terdakwa juga mengaku, tidak mengetahui Dokumen berlayar Kapal serta dokumen manifest barang berbeda dengan Nama kapal yang digunakan.

“Saya diperintah oleh Darwis, adiknya Aji Permata yang tinggal di Sengkuang Batam dengan imbalan Rp 10 juta. Jadi pemilik Mikol itu adalah Darwis,” ungkapnya saat diperiksa Hakim sebagai terdakwa.

Selain itu Tadjuddin juga berdalih, tidak mengetahui bahwa barang yang dibawa dari Singapura adalah Mikol.

“Saya tidak tahu, biasanya saya bawa sembako,” pungkasnya

Atas keterangan saksi dan Terdakwa, Sidang kasus pelayaran KM.Antoni dengan terdakwa Tajuddin ini kembali ditunda pada pekan mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan.

Sebelumnya, KM.Antoni diamankan Patkamla I.4-06/Setumbu Satrol Lantamal IV di Perairan Mapor TW 0222.1315 pada Selasa (22/2/2022) lalu. Saat diamankan, TNI-AL menemukan 850 Kardus atau 6.750 botol minuman beralkohol tanpa dokumen yang sah di dalam kapal.

Ketika diperiksa TNI-AL, juga didapati KM.Antoni yang dinahkodai Tajuddin tidak menggunakan dokumen atau Izin untuk berlayar.

Untuk proses hukum lebih lanjut, kemudian Kapal bersama 6 crew (ABK) termasuk nakhoda terdakwa Tajuddin bin Arif dibawa ke Lantamal IV Tanjungpinang untuk proses penyelidikan dan Penyidikan lebih lanjut.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Lantamal IV) Tanjungpinang yang kala itu dijabat Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan, kepada Media media mengatakan, Penangkapan Kapal KM.Anoni dengan ribuan mikol di dalam kapal dilakukan atas dugaan penyelundupan dan pelanggaran UU Pelayaran di perairan Indonesia dalam wilayah kerja Lantamal IV Tanjungpinang.

Dengan menggerakan Satrol Kal.Anakonda, Patkamla Setumu melakukan tindakan penghentian dan pemeriksaan dokumen Kapal dan barang muatannya.

Dari hasil pemeriksaan, Kapal KM.Virgo yang berganti nama menjadi KM.Antoni yang nakhodai Tajuddin bin Arif, ditemukan bermuatan berbagai jenis minuman beralkohol tanpa dilengkapi surat-surat.

Dari penyelidikan juga diketahui, bahwa kapal berupaya melakukan pengelabuan dengan cara mengganti identitas kapal dengan menggunakan nama palsu menjadi KM.Antoni yang ternyata adalah KM.Virgo.

“Dari pemeriksaan yang dilakukan, terdapat sebanyak 6.750 botol mikol yang kami amankan. Kapten kapal dan ABK menyatakan Mikol tanpa cukai itu akan dibawa ke Palembang dan diduga pemiliknya adalah Ab dan saat ini masih diselidiki,” ujarnya.

Selanjutnya, Penyidik Lantamal IV Tanjungpinang melakukan penyidikan terhadap kasus pelayaran KM.Antoni. Sementara kasus Pabean dan Cukai atas dugaan penyelundupan ribuan botol Minol tanpa Cukai muatan KM.Antoni diserahkan ke Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Khusus Kepri di Tanjung Balai Karimun.

Namun pada berita acara penyerahan Barang Bukti 850 Kardus atau 6.750 botol mikol yang dilakukan Lantamal IV Tanjungpinang ke penyidik Kantor Wilayah Dirjen Bea dan cukai Khusus Kepulauan Riau, seluruh muatan KM.Virgo atau KM,Antoni itu, berubah menjadi barang Temuan alias tidak bertuan.

Penulis : Roland/Presmedia
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.