Mbah Suni Perogoki Dua Sijoli Buang Bayi di Dalam Kardus, Begini Kronologis Penemuanya

Mbah Suni Saksi mata dan orang yang pertama menemukan kota berisi Bayi saat menunjukan lokasi kota yang diduga dibuang dua Sijoli di di Samping Panti Asuhan Yayasan Bina Insani (Foto:Hasura)
Mbah Suni Saksi mata dan orang yang pertama menemukan kota berisi Bayi saat menunjukan lokasi kota yang diduga dibuang dua Sijoli di di Samping Panti Asuhan Yayasan Bina Insani (Foto:Hasura)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan didalam kotak kardus, pertama kali ditemukan Mbah Suni, warga Kampung Sidomulyo, RT 003/RW 005, Kelurahan Sei Lekop,

Diduga bayi tersebut, dibuang oleh dua Sejoli yang menggunakan motor Metik.

Mbah Suni Saksi yang pertama menemukan kotak berisi Bayi itu mengaku, sempat melihat dua Sejoli (laki-laki dan perempuan) sempat mondar-mandir menggunakan Motor matic di kawasan Panti Asuhan Yayasan Bina Insani, Kampung Sidomulyo itu, Sabtu (18/6/2022).

Mbah Suni, mengatakan ketika itu, Dia sedang berjalan kaki hendak menuju ke masjid di depan pondok pesantren untuk menunaikan Shalat Ashar. Lalu dalam perjalanan, dia melihat dua sejoli menaiki motor pulang balik di samping panti asuhan tersebut.

“Rumah saya di belakang panti asuhan. Jadi saya mau ke masjid lalu liat ada sepasang cowok dan cewek pakai motor. Tiga kali pulang balik di samping panti asuhan,” ujar Mbah Suni yang masih mengenakan mukenah putih.

Dua sejoli itu tiba-tiba menghentikan  motornya tepat di samping belakang panti asuhan atau sekitar 70 meter dari dari posisi ia berdiri. Kemudian meletakan kardus berwarna coklat lalu pergi begitu saja.

Melihat gerak gerik kedua sejoli dan kardus itu dia pun curiga. Lantas ia pun menuju kardus untuk memastikannya. Setelah dibuka ternyata dalam kardus itu ada bayi dan kondisinya masih bergerak.

“Kirain saya mereka buang kucing atau mau kasih makanan anak yatim. Tapi aneh kok letaknya disini. Pas saya buka kotaknya dan liat dalamnya, langsung terkejut dan mengucap Astaghfirullah. Lalu saya teriak panggil anak saya kalau di kotak ini ada bayi. Kemudian jadi ramai yang melihat,” jelasnya.

Mbah Suni mengaku sempat melihat wajah kedua sejoli. Sebab keduanya tidak menggunakan masker. Namun dia lupa ciri-cirinya. Dia hanya mengingat mereka adalah cowok dan cewek seperti pasangan suami istri (pasutri).

“Aku lupa wajahnya. Tapi seingatku mereka itu seperti pasangan suami istri. Pakai jaket dan naik motor warna hitam,” katanya.

Penghuni Panti Asuhan Yayasan Bina Insani, Putri, mengaku melihat sepasang cewek dan cowok yang mondar mandir di sekitaran panti asuhan. Namun dia tidak mengetahui jika keduanya ingin membuang kardus berisikan bayi.

“Iya saya liat. Orang itu naik motor matic seperti Honda Vario warna hitam,” sebutnya.

Motor itu dikemudikan oleh wanita berambut panjang tanpa masker. Kemudian yang diboncengnya adalah laki-laki mengenakan jaket warna hitam.

“Kalau yang bawa motor gak pakai helm dan belakangnya pakai helm,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Seilekop, Riswan Efendi Nasution, mengatakan kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian. Pihak yang pertama kali menemukan bayi itu juga sudah dimintai keterangan. Mereka juga sudah melakukan olah TKP.

Sementara bayinya dirawat di Puskesmas Seilekop. Jika kesehatannya sudah terjamin maka bayi tersebut akan diserahkan kembali ke panti asuhan.

“Semoga ayah dan ibu dari bayi yang tak berdosa ini segera ditemukan,” tutupnya.

Penulis:Hasura
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.