Tidak Diborgol, Terdakwa Korupsi Ferdi Yohanes Bebas Melenggang Saat Dijebloskan Jaksa ke Rutan

Tidak diborgol, Ferdi Yohanes melenggang bebas masuk kedalam mobil tahanan Kejaksaan negeri Tanjungpinang untuk dibawa ke Sel Tahanan Rutan Tanjungpinang (Foto:Roland)
Tidak diborgol, Ferdi Yohanes melenggang bebas masuk kedalam mobil tahanan Kejaksaan negeri Tanjungpinang untuk dibawa ke Sel Tahanan Rutan Tanjungpinang (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menjebloskan terdakwa Korupsi Ferdi Yohanes ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang, Senin (20/6/2022).

Saat dibawa menggunakan mobil tahanan ke Rutan, Terdakwa Ferdi Yohanes terlihat bebas melenggang dan tidak diborgol atau menggunakan Rompi tahanan sebagaimana tahanan lain yang diperlakukan Jaksa.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kepri, Dedek Syumarta Suir,mengatakan penahanan terdakwa Korupsi Ferdi Yohanes dilakukan sesuai dengan penetapan dan perintah Hakim PN Tanjungpinang.

JPU lanjutnya, telah menerima surat perintah penetapan penahanan terdakwa Ferdi Yohanes dalam perkara dugaan kasus Korupsi IUP-OP tambang Bauksit tersebut dari Hakim PN Tanjungpinang.

“Atas penetapan Hakim itu, Selanjutnya tim jaksa melakukan penahanan terhadap terdakwa Ferdi Yohanes di Rutan Tanjungpinang,” kata Dedek saat ditemui di Kejari Tanjungpinang, Senin (20/5/2022).

Sesuai dengan penetapan Majelis hakim sebt Dedek, Terdakwa korupsi Ferdi Yohanes, akan ditahan selama 30 hari kedepan, terhitung sejak hari ini di Rumah Tahanan negara (Rutan) kelas IA Tanjungpinang.

Sebelum ditahan, Kejaksaan negeri Tanjungpinang juga sempat melakukan pemeriksaan kesehatan terdakwa di Kejari Tanjungpinang.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, terdakwa Ferdi Yohanes dinyatakan sehat dan tes antigen hasilnya negatif.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, Terdakwa langsung kita bawa ke Rutan,” ujarnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menahan terdakwa kasus Korupsi IUP-OP tambang Bauksit Ferdi Yohanes.

Penahanan terdakwa kasus lanjutan Korupsi IUP-OP tambang Bauksit ini, ditetapkan Majelis hakim Risbarita didampingi Hakim anggota Albiferi dan Syaiful pada sidang lanjutan terdakwa di PN Tanjungpinang, Senin (20/6/2022).

Dalam pertimbangan penetapannya, Hakim menyatakan, bahwa keputusan penetapan penahanan terdakwa dalam kasus korupsi itu, tidak ada pengaruh dari siapapun dan telah melalui rumusan serta pertimbangan Majelis Hakim.

Penetapan majelis hakim ini, sekaligus menganulir permohonan Penangguhan penahanan yang dimohonkan terdakwa dan kuasa hukumnya.

Dalam pertimbangan penetapan penahanan terdakwa, Hakim menyatakan, terdakwa telah didakwa berdasarkan UU Tipikor, sedangkan Tipikor termasuk dalam kategori kejahatan luar biasa. Maka, Majelis Hakim memandang perlu untuk menahan terdakwa dalam tahanan rutan Tanjungpinang.

Hakim juga mengatakan, penahanan terhadap terdakwa Ferdi Yohanes adalah untuk kepentingan pemeriksaan serta mempertimbangkan syarat objektif dan subjektif sebagaimana ketentuan pasal 21 ayat 1 dan Ayat 4 KUHAP, Pasal 26 ayat 1 pasal 21 ayat 4 tentang hukum acara pidana serta pasal yang berkaitan dengan itu

“Menetapkan untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa Ferdi Yohanes dalam tahanan Rutan Tanjungpinang paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal 20 Juni 2022 sampai 19 Juli 2022,”tegas hakim.

Sebelumnya, JPU Penuntut Umum mendakwa Ferdi Yohanes, melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan terdakwa/terpidana lain, dalam penyalahgunaan IUP-OP Tambang Bauksit di Bintan.

Perbuatan terdakwa yang menawarkan dan meminta uang sewa dari hutan Lindung untuk ditambang, telah mengakibatkan aset yang menjadi milik negara terlepas dari kepemilikan Negara secara melawan hukum dengan diterbitkannya/keluarnya IUP OP untuk penjualan kepada badan usaha yang tidak sesuai dengan mekanisme yang benar.

Dalam kasus ini terdakwa Ferdi Yohanes juga disangka merugikan keuangan negara sebesar Rp 7.590.778.904,00, atas penerimaan sewa dari lahan Hutan Lindung kepada sejumlah Perusahaan tambang yang sebelumnya telah dihukum pidana.

Atas perbuatan nya, terdakwa Ferdi Yohanes didakwa pasal berlapis, dakwaan Primer, melanggar pasal 2 juncto Pasal 18 nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KUHP.

Selanjutnya dalam dakwaan subsidair melanggar pasal pasal 3 juncto Pasal 18 nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KUHP.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.