Dalam Enam Bulan 15 Anak di Bintan Jadi Korban Kekerasan

Kadis DP3KB) Bintan, Aupa Samake menyebut dalam 6 bulan Sebanyak 15 anak di Bintan mengalami kekerasan. (Foto:Hasura).
Kadis DP3KB) Bintan, Aupa Samake menyebut dalam 6 bulan Sebanyak 15 anak di Bintan mengalami kekerasan. (Foto:Hasura).

PRESMEDIA.ID, Bintan – Kekerasan terhadap anak hingga saat ini masih terjadi di Bintan. Bahkan dalam 6 bulan (Januari-Juni) sebanyak 15 anak mengalami kekerasan.

Kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Bintan, Aupa Samake, mengatakan ke 15 kasus anak yang mengalami kekerasan itu, terdiri dari 6 anak laki-laki dan 9 anak perempuan

Ke 15 kasus kekerasan terhadap anak itu dilakukan pendampingan oleh DP3KB Bintan.

“Mereka semua masih di bawah umur sehingga kami lakukan pendampingan,” ujar Aupa, Selasa (28/6/2022).

Anak-anak tersebut mendapati kekerasan yang beragam, mulai dari kekerasan secara fisik, penganiayaan emosional atau pengabaian terhadap anak sampai dengan seksual.

Seperti kejadian pada 22 Juni 2022 kemarin. DP3KB mendampingi 4 anak-anak kasus kekerasan seksual dimana 1 korban seorang perempuan dan 3 pelaku laki-laki. Mereka semua masih berusia di bawah 10 tahun.

Saat itu DP3KB memberikan pendampingan konsultasi psikis dan lainnya. Karena korban mengalami trauma dan tidak banyak bicara.

“Baru-baru ini kami lakukan pendampingan terhadap 4 anak-anak kasus kekerasan seksual. Dalam kasus ini disepakati diselesaikan secara damai atau Restorative Justice oleh pihak keluarga korban dan keluarga pelaku,” jelasnya.

Kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bintan setiap tahunnya mencapai puluhan korban. Dimulai dari 2020 terdapat 39 korban yang meliputi 20 korban laki-laki dan 19 korban perempuan.

Related Posts

Kemudian pada 2021 mengalami penurunan kasus dengan korbannya sebanyak 35 orang yang meliputi 12 korban laki-laki dan 23 korban perempuan.

“Untuk 2022 sepanjang 6 bulan ini sudah 15 korban. Semoga saja tidak ada penambahan korban lagi hingga akhir tahun ini,” katanya.

Mantan Kadiskominfo Bintan ini memberikan tips kepada para orang tua agar anak-anak dapat terhindar dari tindak kekerasan. Baik seksual maupun lainnya dari sumber dari National Society for the Prevention of Cruelty to Children.

Bantu anak untuk memahami tubuhnya, agar ia tahu bagian-bagian mana tubuhnya yang merupakan area pribadi dan tidak boleh disentuh oleh orang lain secara tidak pantas.

Lalu untuk menghindar hal-hal yang negatif, tetaplah bersikap positif saat menjelaskan agar anak tidak merasa malu atas tubuhnya sendiri dan tekankan bahwa tubuh anak adalah miliknya dan ia berhak menolak tindakan apapun yang menyakiti tubuhnya.

Kalau anak mulai bertanya-tanya soal seks, jawab saja sejujurnya. Tapi pilih bahasa dan konsep yang sesuai umurnya. Informasi yang benar dari orang tuanya jauh lebih baik daripada ia nanti mendapatkan informasi dari teman sebaya yang belum tentu benar.

“Masukan seks sebagai bahan obrolan dengan anak dari orang tua itu penting.
Sebenarnya berbicara soal seks dengan anak yang lebih kecil lebih mudah daripada saat ia remaja,” ucapnya.

Bangunlah rasa saling percaya antara parent dan anak. Selalu luangkan waktu untuk mendengarkan dan menanggapi cerita mereka, jangan anggap remeh jika mereka merasa khawatir atau takut terhadap suatu permasalah yang mereka hadapi

Tanamkan pada anak bahwa mereka punya hak untuk menolak tindakan apa pun yang membuat mereka takut, sakit, tidak nyaman atau menurut mereka salah.

“Yakinkan anak bahwa mereka tak perlu ragu mengadu pada anda jika orang dewasa atau orang lain ada yang menyakiti mereka,” tutupnya.

Penulis : Hasura
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.