Istri dan Anak Korban Pembunuhan Ke PN, Hakim Tunda Pembacaan Putusan

*Eni Marlena dan Dua Anaknya Minta Pelaku Dihukum Berat

Eni Marlena bersama dua orang anaknya datang ke PN untuk menyaksikan putusan hukum terhadap Pembunuh suaminya Tapi Hakim PN ternyata menunda Pembacaan Putusan (Foto:Roland)
Eni Marlena bersama dua orang anaknya datang ke PN untuk menyaksikan putusan hukum terhadap Pembunuh suaminya Tapi Hakim PN ternyata menunda Pembacaan Putusan (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Eni Marlena bersama dua orang anaknya, sengaja datang ke PN untuk menyaksikan pembacaan putusan hukum terhadap Pembunuh suaminya almarhum Zainudin Bos Besi Tua yang dirampok dan dibunuh terdakwa Zulkifli alias Joy (27) dan Ariansyah Adi alias Adi Kuntet (45) Selasa (28/6/2022).

Namun setelah lama menunggu, ternyata sidang Putusan dua terdakwa Pembunuhan suaminya itu, Ditunda Hakim PN Tanjungpinang karena putusan dua terdakwa belum siap.

Humas PN Tanjungpinang Isdaryanto, mengatakan penundaan sidang putusan dua terdakwa pembunuhan itu, disebabkan salah satu Majelis hakim yang menangani kasus tersebut sedang ada kegiatan di Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

“Ada pelatihan dari Komisi Yudisial tentang Kode Etik di Pekanbaru, Maka sidang putusan ditunda,” kata Isdaryanto Selasa, (28/6/2022).

Sebelumnya, sesuai dengan agenda yang disampaikan, Hakim Sidang Putusan dua terdakwa pembunuhan Zainuddin, terdakwa Zulkipli alias Joy dan Ariansyah Adi alias Adi Kuntet akan berlangusng pada hari ini Selasa (28/6/2022). Namun akhirnya batal karena salah satu majelis hakim anggota yang memeriksa perkara itu sedang di PT.Pekanbaru Riau.

Atas penundaan dan perbuatan kedua terdakwa ini, Isteri korban Zainuddin, mengaku telah berlapang dada atas kejadian yang dialami suaminya pada September 2021 lalu itu.

Namun demikian Eni meminta, Majelis Hakim PN menghukum kedua terdakwa dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

“Untuk tuntutan Jaksa yang meminta terdakwa dihukum seumur hidup sudah sewajarnya sesuai dengan perbuatan terdakwa,” kata Eni didampingi anak dan keluarganya.

Ditempat yang sama, Ketua Organisasi Penampung Besi Tua Kepri, Suherman mewakili keluarga mengatakan, pihak keluarga mengharapkan majelis hakim memberikan putusan yang tepat sesuai dengan perbuatan para terdakwa yang merampok dan membunuh almarhum Zainuddin.

Selain itu, keluarga juga berharap agar seluruh barang-barang milik almarhum yang sempat dikuasai kedua pelaku, dapat dikembalikan kepada isteri dan anak korban sebagai ahli waris.

Hal itu dikatakan Suherman, karena istri dan tiga anak korban Zainudin masih dalam usia sekolah dan membutuhkan biaya untuk kelangsungan pendidikannya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah Barang bukti dalam kasus pembunuhan yang dilakukan dua terdakwa, terdiri dari uang tunai, perhiasan emas, sepeda motor dan mobil.

Sebelumnya, Dua terdakwa pembunuh Bos Besi Tua korban Zainuddin, Terdakwa Zulkifli alias Joy dan Ariansyah alias Kuntet dituntut Jaksa dengan pidana penjara selama seumur hidup.

Dalam tuntutan Jaksa menyatakan, kedua Terdakwa terbukti bersalah melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, sebagaimana dalam dakwaan primair melanggar pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana Jo Pasal 84 ayat 2 KUHAP.

Sementara itu sepeda motor merk Honda NMax, uang tunai Rp 50 juta, serta Uang tunai Rp 5,2 juta, dua unit handphone Vivo dan Oppo serta perhiasan dan Mobil Toyota Hello warna putih dikembalikan kepada Marlina istri korban.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pembunuhan terhadap korban Zainuddin dilakukan terdakwa Zulkifli bersama dengan Ariansyah dengan cara merampok dan menghabisi nyawa korban karena sakit hati, korban sering menggoda istri terdakwa.

Otak pelaku dari pembunuhan korban adalah terdakwa Zulkifli, dengan Modus melakukan perampokan harta milik korban.

Untuk memuluskan rencananya, terdakwa Zulkifli sebelumnya juga pergi Gudang Besi tua korban di Jalan RA Fisabilillah km 8 atas Kota Tanjungpinang untuk menawarkan dan mengajak membeli besi tua Mobil yang mau dijual di daerah Kijang.

Atas tawaran itu, selanjutnya korban mengajak terdakwa untuk melihatnya dan berangkat bersama menggunakan Mobil korban sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (5/9/2021).

Korban juga sempat menyampaikan, Jika memang mobil tua itu ada dan akan dijual, dia akan membawa sejumlah uang kes untuk membayar.

Selanjutnya, terdakwa Zulkifli menyusun strategi dan mengajak terdakwa Ariansyah untuk merampok korban. Karena, Zulkifli berpikir, jika sendirian akan ada perlawanan dari korban.

Selanjutnya terdakwa Zulkifli menemui Marzuki bapak mertua terdakwa Ariansyah. Kepada mertua Ardiansyah, Zulkifli mengaku ingin mengajak Ariansyah untuk merampok korban pada saat membeli besi tua dan korban membawa uang kes dan ATM dengan total Rp.400 juta. Kepada Ariansyah, Zulkipli juga menjanjikan hasilnya, nanti akan dibagi dua.

Kedua terdakwa akhirnya memutuskan, untuk merampok korban dengan cara menghabisi nyawa korban menggunakan tali.

Setelah berhasil membunuh dan menguasai barang milik korban, Kedua terdakwa selanjutnya Kabur ke Tembilahan dan Pekanbaru Riau.

Namun oleh Polres Tanjungpinang dan Dirkrimum Polda Kepri berhasil menangkap pelaku Zulkifli alias Joy di Tembilahan kabupaten Indragiri Hilir-Riau. Sementara Ariansyah alias Kuntet ditangkap di Riau.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.