Nahkoda Kapal KM.Antoni Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara Kapal Dikembalikan

*Status Muatan Mikol 6.750 Botol Kewenangan Kanwil BC Karimun  

Sidang Pemeriksaan saksi dari TNI-AL pada kasus Pelayaran KM.Antoni dengan terdakwa Tajuddin di PN Tanjungpinang
Sidang Pemeriksaan saksi dari TNI-AL pada kasus Pelayaran KM.Antoni dengan terdakwa Tajuddin di PN Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Nakhoda KM.Antoni terdakwa Tajuddin, hanya dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan atas kasus pelayaran.

Tuntutan ini dibacakan secara virtual oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (28/6/2022).

Dalam tuntutannya, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang Sudiharjo sebagai JPU, menyatakan terdakwa terbukti bersalah tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar saat menahkodai KM.Antoni yang namanya diubah dari KM.Virgo, saat mengangkut Minuman beralkohol (Mikol) 6.750 Botol dari Singapura.

Tuntutan JPU ini, sesuai dengan dakwaan tunggal melanggar Pasal 323 ayat (1) Jo Pasal 219 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Menuntut terdakwa dengan tuntutan Pidana penjara selama 1 tahun, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata Sudiharjo.

Sedangkan untuk Barang Bukti Kapal KM.Antoni, Sudiharjo mengatakan dikembalikan ke pemiliknya, karena dalam persidangan terdakwa mengaku kalau kapal yang dibawanya adalah kapal sewaan terdakwa.

Sementara mengenai status Barang bukti Minuman beralkohol (Mikol) 6.750 Botol muatan Kapal tidak jelas, dan disebutkan didalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Atas tuntutan ini, terdakwa menyatakan keberatan dan mengajukan Pembelaan (Pledoi). Atas keberatan terdakwa Ketua Majelis Hakim Boy Syailendra dan didampingi Hakim anggota Anggalanton Bang Manalu dan Topan, menunda persidangan untuk menentukan putusan.

Sebelumnya, KM.Antoni diamankan Patkamla I.4-06/Setumbu Satrol Lantamal IV di Perairan Mapor TW 0222.1315 pada Selasa (22/2/2022) lalu di perairan Bintan. Saat diamankan, TNI-AL menemukan 850 Kardus atau 6.750 botol minuman beralkohol tanpa dokumen yang sah di dalam kapal.

Dari pemeriksaan yang dilakukan TNI-AL, juga didapati KM.Antoni yang dinahkodai Tajuddin, tidak menggunakan dokumen atau Izin untuk berlayar. Untuk proses hukum lebih lanjut, kemudian Kapal bersama 6 crew (ABK) termasuk nakhoda terdakwa Tajuddin bin Arif dibawa ke Lantamal IV Tanjungpinang untuk proses penyelidikan dan Penyidikan lebih lanjut.

Selanjutnya, Penyidik Lantamal IV Tanjungpinang melakukan penyidikan terhadap kasus pelayaran KM.Antoni. Sementara kasus dugaan Pabean dan Cukai atas dugaan penyelundupan ribuan botol Minol tanpa Cukai KM.Antoni, diserahkan TNI-AL ke Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Khusus Kepri di Tanjung Balai Karimun.

Sebanyak 850 kardus atau 6.750 botol mikol muatan KM.Antoni, juga diserahkan TNI-AL ke Penyidik Kanwil BC sebagai Barang Bukti. Namun dalam berita acara serah terima barang, Sejumlah Mikol itu dibuat menjadi barang Temuan tidak bertuan dan selanjutnya menjadi barang rampasan Negara.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.