Penyebar Berita Bohong Bisa Dipidana, Polresta Tanjungpinang Imbau Warga Bijak Gunakan Medsos

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Sawal Sya’ban(Dok-presmedia)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Polresta Tanjungpinang menghimbau masyarakat, agar bijak menggunakan media sosial sehingga tidak melakukan misinformasi (menyebarkan informasi yang keliru-red) berupa berita bohong atau hoaks dan membuat gaduh masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP. Awal Sya’ban Harahap,mengatakan sesuai dengan UU ITE dan UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana, Penyebar berita bohong atau Hoaks, bisa diancam pidana 2 sampai 6 Tahun penjara.

Hal itu lanjut Awal, sesuai dengan pasal 28 UU ITE yang menyatakan, “Setiap orang menyebarkan berita bohong atau hoax dipidana dengan ancaman pidana paling lama enam tahun atau denda paling banyak sebesar satu miliar rupiah”

Kemudian di pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana, Pelaku penyebaran berita dan informasi bohong (Hoaks) dapat dipidana dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara

Pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 menyatakan “Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi tingginya dua tahun”.

“Oleh karena itu, agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan medsos, supaya tidak menimbulkan kegaduhan,” tegas Awal.

Hal itu dikatakan Awal atas kejadian penyebaran berita dan informasi yang belum tentu kebenaranya oleh Bendahara Kesbangpol Pemko Tanjungpinang Teguh.

Teguh saat itu menyebutkan dan memberikan informasi kejadian “Dibegal” dengan modus jerat leher, Ia juga menyertakan foto lehernya yang luka berdarah ke grup WA FKPD Kota Tanjungpinang.

Akibatnya, informasi yang belum tentu kebenarannya itu, viral dan menjadi heboh di Masyarakat.

Namun setelah dipanggil dan diperiksa Polisi, Teguh mengaku, tidak mengetahui pasti bahwa dirinya menjadi korban begal atau korban kejahatan lainnya yang mengakibatkan lehernya bergaris dan luka.

Setelah diperiksa Polisi, Teguh pun akhirnya meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang dibuat.

Kepada Polisi, Teguh mengaku panik dan syok karena dia menduga dibegal, sehingga men-share kejadian yang dialami dan foto lehernya yang luka berdarah ke grup WA FKPD Kota Tanjungpinang.

“Oleh karena itu, kalau ada warga yang mengalami kasus kriminalitas hendaknya langsung melapor ke Kepolisian hingga bisa langsung bisa sikapi,” kata Awal Sya’ban padab PRESMEDIA.ID, Senin (4/7/2022).

Tujuanya, selain sebagai hak dan menjadi jaminan hukum pada warga, kebenaran dan fakta kejadian atas apa yang dialami warga juga bisa diselidiki dan dikoordinasikan dengan unit Cyber Crime Polres Tanjungpinang.

“Biar kita bisa menyimpulkan kejadian itu masuk ranah pidana atau tidak,” ucapnya.

Penulis:Roland
Editor   :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.