Gubernur Ansar Ajak Semua Pihak Jadikan Bakomubin Ladang Amal dan Kebaikan

Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi dan Kabupaten-Kota diantik
Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi dan Kabupaten-Kota diantik (Foto:istimewa) 

PRESMEDIA.ID, Batam – Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi dan Kabupaten/Kota dilantik. Pelantikan ini juga disejalankan dengan Rapat Kerja Masa Periode Th. 2022-2027 serta Dialog Kebangsaan di Hotel Golden View Batam.

Acara yang bertajuk “Membangun Moderasi, Mengelola Keberagaman Meneguhkan Keindonesiaan” itu, juga dihadiri oleh Ketua Umum PP Bakomubin Ali Mochtar Ngabalin dan Sekretaris Jenderal Bakomubin Ade Irfan Pulungan dan Gubernur Kepri H.Ansar Ahmad.

Gubernur Ansar mengatakan, Bakomubin merupakan wadah koordinasi para mubaligh yang strategis, karena dilahirkan oleh para mubaligh hebat pada 7 Juni 1996 dan kini berusia 26 tahun.

“Yang membuat Bakomubin ini eksis sampai saat ini adalah karena memang merupakan lembaga koordinasi Independen. Tidak boleh digunakan oleh siapa pun untuk kepentingan pribadi dan Partai,” ujarnya.

Atas hal itu, Ansar secara Pribadi dan Gubernur tidak akan menjadikan organisasi keagamaan seperti ini sebagai alat Politik karna akan merusak tatanan kehidupan beragama.

Dalam kesmepatan itu, Gubernur Ansar mengajak semua pihak, untuk menjadikan Bakomubin sebagai ladang amal dan sebagai sarana untuk menyampaikan kebaikan kepada masyarakat.

“Bakomubin tujuannya tidak lain adalah untuk melahirkan insan-insan yang mulia, insan yang berilmu dan bertaqwa serta berintegritas dalam agama, insan yang bisa mendorong melahirkan kehidupan masyarakat yang lebih makmur dan itu tujuan kita yang paling mulia” ujar Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar menambahkan, di masa pandemi tidak sedikit masyarakat yang karena tekanan ekonomi dan sosial terdampak berbagai penyakit psikologi seperti keputusasaan, depresi dan lainnya yang membutuhkan uluran tangan.

“Dan atas hal itu, Mari kita membangun optimisme, karena Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Kita punya kewajiban bersama untuk memberikan bimbingan dan mendampingi masyarakat kita agar mereka mempunyai semangat, optimisme dan hidup yang lebih baik. Maka rumah-rumah ibadah akan kita bangun di daerah-daerah terpencil sebagai perpanjangan dari tangan kita” tutupnya.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.