Polres Bintan Kembali Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal ke Malaysia

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono
Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono (Polres-Bintan) 

PRESMEDIA.ID, Bintan – Polres Bintan kembali berhasil mengungkap dan menggagalkan Penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal ke Malaysia dari Kabupaten Bintan pada Minggu (3/7/2022).

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono, mengatakan penggagalan penyelundupan PMI Ilegal itu dilakukan Personil Polres dari Satpolairud bersama Satreskrim Polres Bintan .

Sebanyak 7 terduga pelaku kasus pengiriman PMI Ilegal di wilayah hukum Polres Bintan itu diamankan.

Pengungkapan kasus tindak pidana Pengiriman PMI secara Illegal ini, lanjutnya, berawal dari adanya laporan masyarakat tentang penyelundupan PMI Ilegal.

“Atas informasi itu, kami langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan. Selanjutnya berhasil mengamankan 7 terduga pelaku   di 4 lokasi yang berbeda,” ujarnya Senin (4/7/2022).

Selain mengamankan Pelaku, Polres Bintan juga mengamankan sejumlah calon PMI, serta 3 unit mobil sebagai barang bukti.

Ke tiga unit mobil yang digunakan pelaku untuk menjemput PMI yang mau dikirim itu antara lain, Mobil Brio warna silver, mobil Proton Exora warna ungu dan 1 unit kapal Speed Fiber warna abu-abu dengan mesin 40 PK merk Yamaha.

“Seluruh barang bukti itu saat ini kami amankan di Polres Bintan.” terangnya.

Adapun modus pemberangkatan PMI secara Ilegal yang dilakukan Pelaku, lanjutnya, dilakukan dengan cara merekrut dan meminta dana upah pengiriman sebesar Rp10-15 Juta per orang PMI dari Lombok yang akan diberangkatkan ke Malaysia dari Bintan secara ilegal.

“Setelah dana diterima dari calon PMI. Selanjutnya pelaku menjemput dan membawa PMI ke Bintan untuk diberangkatkan melalui pelabuhan “Tikus” (illegal-red) dengan menggunakan transportasi laut dari Bintan ke Malaysia,” ujarnya

Dalam kasus ini, Polisi juga mengamankan sejumlah calon PMI Ilegal yang telah didatangkan pada pelaku dari Lombok. Para pelaku saat ini diamankan di mapolres Bintan untuk proses hukum lebih lanjut.

Terhadap para pelaku, akan dikenakan Pasal 81 dan Pasal 83 UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kepada masyarakat, Kapolres juga menghimbau untuk menghindari pengiriman sebagai PMI Illegal, apalagi terlibat dalam proses pengiriman.

“Karena selain akan merugikan diri sendiri, juga merugikan negara. Kepada masyarakat, apabila mengetahui adanya informasi pemberangkatan PMI secara ilegal atau tidak sah, Kami himbau untuk melaporkan ke Polisi. Kami akan menjamin kerahasiaan pelapor karena dilindungi Undang-Undang,” tutu Kapolres.

Penulis:Presmedia
Editor   :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.