Polres Anambas Mengaku Belum Tau Laporan Dugaan Korupsi Kades Piasan

Dugaan Korupsi dan Desa, Warga Desa Piasan Anambas Laporkan Kadesnya Ke Polisi, salah satu proyek Desa dalam pengadaan Mainan anak-anak.
Dugaan Korupsi dan Desa, Warga Desa Piasan Anambas Laporkan Kadesnya Ke Polisi, salah satu proyek Desa dalam pengadaan Mainan anak-anak.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kapolres Anambas, AKBP Syafrudin Semidang, mengaku belum mengetahui adanya laporan warga desa Piasan, atas dugaan korupsi sejumlah kegiatan Kepala Desa di Kecamatan Siantan Timur Kabupaten Kepulauan Anambas itu.

“Saya cek dulu, sepertinya laporan belum masuk ke saya, nanti saya info lanjut,” kata Syafrudin melalui whatsapp menjawab konfirmasi PRESMEDIA.ID Selasa ( 5/7/2022).

Kapolres juga menyebut, adanya Laporan warga atas dugaan Korupsi itu, belum diketahui karena satuan Reskrim Polresnya, juga belum ada melaporkan.

Sebelumnya, Sejumlah warga di Desa Piasan, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Anambas melaporkan Kepala Desa (Kades)nya ke Polres Anambas atas dugaan korupsi sejumlah proyek.

Salah seorang warga, berinisial Je mengakui, Kades Piasan diduga melakukan mark up terhadap pengadaan taman bermain anak-anak dengan anggaran sebesar Rp 204.925.185 tahun 2020

“Yang bersangkutan kemungkinan juga ada melakukan mark up harga pembangunan lainnya, selama dia menjabat,” ujar Je saat ditemui di Tanjungpinang

Dia menerangkan, Kades Piasan ini telah menjabat selama dua periode dari Tahun 2018 hingga 2024 mendatang.

Namun selama dua Periode menjabat, Kades ini dinilai gagal dalam melakukan pembangunan hingga mensejahterakan warga Piasan.

Related Posts

Kades Piasan, kata warga ini juga tidak terbuka tentang informasi anggaran dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan Pembangunan yang ada dilaksanakan di Desa Piasan. Akibatnya, sejumlah warga curiga dan melakukan penelusuran.

Dari hasil penelusuran, akhirnya warga menemukan antara anggaran yang sudah ditetapkan dengan fakta yang dikerjakan di lapangan sangat tidak masuk akal, hingga warga curiga ada penggelembungan anggaran.

Salah satu contoh kegiatan yang tidak masuk akal menurut Warga adalah, pembangunan dan pemeliharaan tempat bermain anak-anak di Desa Piasan Tahun 2020, dengan nilai pagu anggaran Rp 204 juta.

Dari jumlah itu, dalam melaksanakan kegiatan ini, Kades menghabiskan anggaran Rp.162.912.844 dari Rp.204.925.185 pagu anggaran.

Tapi setelah ditelusuri, dari pembangunan taman bermain pemeliharaan 6 unit, Hanya menghabiskan anggaran Rp 2 juta satu unit mainan.

Setelah dihitung dengan tim Pemuda Desa, anggaran pembangunan taman bermain hanya habis di angka Rp.122.868.444. Atas hal ini, muncul kecurigaan.

“Setelah dicari tahu, ternyata, barang barang itu dibeli lagi oleh pihak ke empat yang langsung membuatnya. Tapi harganya seperti yang kami bilang tadi, Rp 2 juta per unit, namun dianggarkan hingga belasan juta” paparnya.

Kepala desa Piasan yang berusaha dikonfirmasi atas tuduhan korupsi ini belum memberi tanggapan. Upaya konfirmasi juga masih terus dilakukan media ini.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.