Ini Kronologis Pengungkapan dan Peran 7 Tersangka Penyelundup PMI dari Bintan ke Malaysia

Gelar konfrensi Pers, Polres Bintan Tetapkan 7 Tersangka Sindikat Pengirim PMI Ilegal ke Malaysia di Bintan
Polres Bintan Tetapkan 7 Tersangka Sindikat Pengirim PMI Ilegal ke Malaysia di Bintan (Foto:Hasura)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Aksi penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal melalui jalur Batam, Bintan ke Malaysia, kembali digagalkan Polres Bintan.

Selain menamankan 16 korban PMI yang mau dikirim dan diseludupkan, Polisi juga menangkap dan menetapkan 7 tersangka sindikat pengiriman PMI secara ilegal itu ke Malaysia.

Kapolres Bintan AKBP.Tidar Wulung Dahono, mengatakan terungkapnya kasus pengiriman PMI ilegal ke Malaysia itu, atas laporan masyarakat dan penyelidikan yang dilakukan Satpolairud dan Satreskrim Polres Bintan.

Hal itu lanjutnya, berawal dari laporan warga akan ada pengiriman PMI secara ilegal di wilayah Bintan Utara-Bintan. Selanjutnya, Satpolairud dan Satreskrim Polres Bintan membentuk tim gabungan melakukan penyelidikan.

“Pada Minggu (3/7/2022) pagi, tim gabungan yang kita bentuk mencurigai gerak-gerik serombongan pria yang sedang berjalan di Depan Wisma Bintan Jalan Merdeka Tanjung Uban. Atas kecurigaan itu, Tim mengamankan tersangka Ys bersama 5 PMI yang saat itu dibawanya,” ujar Kapolres Tidar Rabu (6/6/7/2022).

Dari tersangka Ys, kemudian dilakukan pengembangan, dan sekitar pukul 11.30 WIB Tim gabungan Polis ini kembali mendapatkan 6 PMI di dalam kos-kosan yang berada di Kampung Raya, Tanjung Uban. Kemudian sebanyak 5 PMI kembali diamankan saat sedang santai duduk-duduk di Kedai Kopi Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.

Saat diamankan dan diinterogasi, sejumlah PMI ini memberitahukan keberadaan dan peran masing-masing tersangka lainnya. Selanjutnya, pukul 19.00 WIB, dilakukan pengejaran ke Pelabuhan Desa Teluk Sasah. Disana 3 tersangka kembali ditangkap yaitu Fm, Rm, dan Sh.

“Dari interogasi terhadap tersangka Fm, Rm dan Sh ini, diketahui ada 3 tersangka lagi di Kota Batam. Selanjutnya, Tim gabungan Polres Bintan berkoordinasi dengan Polsek Nongsa. Dan sekitar pukul 22.30 WIB tim gabungan berhasil membekuk 3 tersangka tersebut yaitu Sn dan St dan Jn,” jelas Kapolres.

Dari tangan ketiga tersangka, juga diamankan barang bukti Mobil Proton, Mobil Brio Silver dan boat pancung beserta mesin tempel berkapasitas 40 PK. Lalu 4 buah bodifice, 2 dirigen minyak dan satu buah sterofoam berisi peralatan memancing dan paspor PMI. Seluruh barang bukti kejahatan PMI illegal ini, selanjutnya dibawa ke Mapolres Bintan guna penyelidikan lebih lanjut.

“Otak pelaku dari perdagangan orang ini adalah SN selaku penyedia boat pancung yang digunakan untuk memberangkatkan para PMI illegal itu melalui pelabuhan ilegal di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam ke Malaysia,” sebutnya.

Ini Peran 7 Tersangka Penyelundup PMI dari Bintan ke Malaysia

Sebanyak 7 tersangka pelaku penyeludupanb dan pengiriman PMI yang diamankaan Polisi memiliki berperan masing-masing, sejumlah peran itu mulai dari merekrut, menjemput dan mengantar hingga ke lokasi pemberangkatan.

Tersangka Jn dan St sebagai tekong darat, berperan sebagai penjemput dan pengantar di daratan di Kota Batam. Penjemputan PMI, dilakukan Jn dan St ketika PMI itu tiba di Bandara Hang Nadim. Selanjutnya diantar ke Pelabuhan Telaga Punggur untuk menyeberangkan menggunakan speedboat reguler ke Pelabuhan Bulang Linggi Tanjung Uban Kabupaten Bintan.

Kemudian tersangka Ys, berperan sebagai penjemput dari Pelabuhan Bulang Linggi dan selanjutnya mengantarkan PMI itu ke penampungan sementara, sebuah Kos-kosan di Tanjung Uban Bintan.

Sedangkan dua tersangka lain, Sh dan Rm berperan sebagai tekong darat juga yang menyediakan mobil jemputan para PMI dari kos-kosan penampungan Tanjung Uban ke pelabuhan ilegal di Desa Teluk Sasah.

Sebagai tekong laut yang membawa boat dan mengantarkan sejumlah PMI itu ke Malaysia adalah Fm.

Tersangka Fm ini menjadi ujung tombak yang mengemudikan boat Pancung yang digunakan puluhan PMI itu berangkat dari Desa Teluk Sasah ke Malaysia.

“Saat ini ke 7 orang ini kami tetapkan sebagai tersangka sindikat pengiriman PMI illegal. Atas Perbuatannya, ke 7 tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” ujarnya.

Untuk Proses hukum lebih lanjut, saat ini ketujuh tersangka tersebut dilakukan penahanan di Sel tahanan Polres Tanjungpinang.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi 

Leave A Reply

Your email address will not be published.