Penuhi Permintaan Hewan Kurban, Peternak Bintan Datangkan 30 Ekor Sapi dari Natuna

Petugas Karantina saat melakukn pemeriksaan dan Disinfektan terhadap 30 ekor Sapi Kurban yang baru datang dari Natuna ke Bintan
Petugas Karantina saat melakukn pemeriksaan dan Disinfektan terhadap 30 ekor Sapi Kurban yang baru datang dari Natuna ke Bintan (Foto Karantina Pertanian Tanjungpinang)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Sebanyak 30 ekor sapi dari Pulau Midai Kabupaten Natuna didatangkan ke Kabupaten Bintan dengan KM Paindo 88 di Pelabuhan Seienam, Kecamatan Bintan Timur.

Sebelum sapi itu dipindahkan ke darat. Petugas Karantina Tanjungpinang melakukan pemeriksaan sesuai SOP penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Petugas yang berseragam APD itu melakukan desinfeksi terhadap alat angkut dan sapi.

“Pejabat Karantina telah memeriksa kesehatan fisik dan tidak ditemukan gejala klinis PMK, sehingga terhadap sapi tersebut dapat dilakukan pembebasan,” ujar Kepala Kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, kemarin.

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 3 tahun 2022 dari Satgas Penanganan PMK tentang Pengendalian Lalulintas Hewan Rawan PMK (RHP) dan produknya bedasarkan wilayah.

Maka Kabupaten Bintan sebagai zona hijau dapat memasukan HRP dari zona hijau juga seperti dari Kabupaten Natuna dan Anambas.

“Jadi peternak dari Kabupaten Bintan maupun Kota Tanjungpinang dapat mendatangkan sapi dari Natuna,” jelasnya.

Pejabat Otoritas Veteriner Bintan, Drh. Iwan Berri Prima, membenarkan adanya pengiriman sapi sebanyak 30 ekor dari Natuna ke Bintan melalui Pelabuhan Seienam, Kecamatan Bintan Timur.

“Iya bang, ada 30 ekor sapi asal Midai, Natuna masuk Selasa 5 Juli 2022 kemarin,” katanya.

Memang sapi tersebut sudah diperiksa oleh petugas dan kondisinya juga sudah dinyatakan sehat. Namun sapi tersebut tetap harus menjalani karantina selama 3 hari dan akan diawasi oleh Balai Karantina Pertanian.

Sapi sebanyak 30 ekor itu jenis Sapi Bali milik Teguh Purwanto yang merupakan peternak asal Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya.

“Sapi itu sudah sudah menjalani karantina di kandang milik Pak Teguh sendiri. Kini kondisinya sehat dan sudah bisa dijual untuk memenuhi permintaan hewan kurban,” ucapnya.

Penulis : Hasura
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.