Kanwil DJP Kepri Limpahkan Berkas dan Tersangka Pajak PT.MBJ ke Kejati

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau (Kanwil DJP) Kepulauan Riau, melimpahkan berkas perkara dan tersangka tindak pidana perpajakan berinisial Lr pemilik PT.MBJ ke Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau (Kanwil DJP) Kepulauan Riau, melimpahkan berkas perkara dan tersangka tindak pidana perpajakan berinisial Lr pemilik PT.MBJ ke Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau. (Foto:Roland) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau (Kanwil DJP) Kepulauan Riau, melimpahkan berkas perkara dan tersangka tindak pidana perpajakan berinisial Lr pemilik PT.MBJ ke Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Kepala Kanwil DJP Kepri, Cucu Supriatna, mengatakan penyidik telah menyelesaikan penyidikan terhadap satu tersangka tindakpidana perpajakan berinisial LR pemilik PT.MBJ yang beralamat di Tanjungpinang.

Cucu mengungkapkan modus operandi yang dilakukan tersangka LR yaitu tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan tidak menyetorkan PPN yang telah dipotong atau dipungut dari lawan transaksi PT.MBJ masa pajak Juli 2018 sampai dengan Desember 2018.

“Caranya dengan mendirikan dua perusahaan yaitu PT.MBJ dan CV.MB dengan alamat lokasi usaha yang sama dengan usaha pribadi direkturnya berupa toko material bangunan,” ungkap Cucu saat press rilis di kantor KPP Pratama Tanjungpinang, Jumat(15/7/2022).

Ia menyampaikan diduga kuat kedua perusahaan tersebut sengaja didirikan untuk mengaburkan omset sebenarnya dari usaha toko material bangunan tersebut.

Tersangka hanya melaporkan sebagian pembelian dan penjualan atas nama PT.MBJ selama periode tahun 2018, menerbitkan faktur pajak dan memungut PPN dari lawan transaksinya, Namun tidak menyetorkan dan
melaporkan sebagian PPN yang telah dipungutnya, hingga merugikan pendapatan negara sekurang-kurangnya sebesar Rp 338.333.967,-.

Menurutnya untuk mengganti kerugian pada pendapatan negara tersebut, penyidik telah berupaya untuk melakukan penyitaan terhadap aset yang dimiliki oleh tersangka dengan total nilai sebesar Rp 912.994.000.

Terhadap yang bersangkutan dipersangkakan melakukan tindak pidana perpajakan sebagaimana dimaksud Pasal 39 ayat 1 huruf c dan Pasal 39 ayat 1 huruf  i, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan
Perpajakan.

Atas perbuatannya, tersangka diancaman pidana paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

“Keberhasilan dalam menangani tindak pidana di bidang perpajakan ini merupakan wujud koordinasi yang baik antar aparat penegak hukum yaitu Kantor Wilayah DJP Kepulauan Riau, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Badan Intelijen Negara Daerah Kepulauan Riau, dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau,” jelasnya

Ditempat yang sama, Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri, Benny Siswanto mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan berkas perkara dan tersangka Lr, yang mana sebelumnya telah dinyatakan lengkap (P21) dan selanjutnya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tanjungpinang.

“Saat ini masih dalam tahap proses penyusunan dakwaan perkara, mudah-mudahan segera dilimpahkan ke Pengadilan,”pungkasnya.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.