maulidnabidewan

Suku Laut Lingga Datangi Gubernur Tuntut Perda Tanah Adat dan Ulayat

*Gubernur Ansar Jawab Dengan 3 Komitmen

Puluhan warga suku laut Lingga, datang ke Ibukota Kepri-Tanjungpinang, untuk bertemu dengan Gubernur Kepri, meminta penetapan Perda mengenai tanah adat dan tanah ulayat di Kabupaten Lingga.
Puluhan warga suku laut Lingga, datang ke Ibukota Kepri-Tanjungpinang, untuk bertemu dengan Gubernur Kepri, meminta penetapan Perda mengenai tanah adat dan tanah ulayat di Kabupaten Lingga. (Foto:Humas-Kepri)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Puluhan warga suku laut Lingga, datang ke Ibukota Kepri-Tanjungpinang, untuk bertemu dengan Gubernur Kepri, meminta penetapan Perda mengenai tanah adat dan tanah ulayat di Kabupaten Lingga.

Hal itu disampikan masyarakat Suku Laut Lingga, saat melakukan pertemuan dengan Gubernur dan sejumlah pejabat pemerintah provinsi Kepri di Aula Mini Asrama Haji Tanjungpinang, Senin, (18/07/2022).

Sejumlah warga Suku Laut Lingga ini mengatakan, maraknya penambangan di Lingga membuat sejumlah lahan di lingga diperjual belikan, dan aktivitas tambang Pasir di sejumlah kawasan Kabupaten itu, berdampak pada kehidupan dan tangkapan Nelayan pesisir.

“Kondisi ini sangat berpengaruh pada kesejahteraan penduduk termasuk suku laut, khusunya pertambangan pasir laut yang mengakibatkan tangkap Nelayan berkurang,” sebut juri bicara rombongan Suku laut Lingga.

Menanggapi permintaan Sejumlah warga Suku Laut Lingga itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, memberi jawaban dengan 3 Komitmen.

Kepada Masyarakat Suku Laut Lingga, Ansar mengatakan, akan berkomitmen akan memperhatikan kesejahteraan masyarakat Kepri, termasuk suku laut dan masyarakat pesisir lainnya.

Mengenai penetapan Perda tanah adat dan tanah ulayat yang diminta, Ansar juga mengatakan akan membahas, sesuai dengan Perundang-Undangan yang berlaku.

“Akan kita bahas kemungkinannya terlebih dahulu karena harus mengikuti peraturan perundangan yang berlaku, kemudian apakah ada perda mengenai hal yang sama di daerah lain” kata Gubernur Ansar.

Related Posts

Gubernur Ansar juga menekankan perlunya referensi akademis dengan tujuan memperoleh informasi pasti mengenai asal usul keturunan, supaya sejarah menjadi satu alur dan tidak membingungkan.

Sebab, menurutnya sudah terlalu banyak kelompok-kelompok tertentu yang “mengklaim” silsilah dan asal usul keturunan Kesultanan Riau Lingga yang berpotensi menimbulkan konflik pada saat penetapan Perda tanah adat dan ulayat tersebut.

“Beri kesempatan pada kami untuk bahas ini dulu ya, cari referensi hukum, supaya jangan nanti jika sudah ditetapkan tanah adat dan ulayatnya malah menimbulkan konflik. Maka harus didudukkan betul-betul” ujarnya.

Di hadapan perwakilan suku laut, Gubernur Ansar pun memaparkan programnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Suku Laut terutama yang berada di wilayah Kabupaten Lingga. Pemprov Kepri akan menganggarkan kurang lebih Rp. 7 miliar pada APBD 2023 untuk pembangunan 200 unit rumah bagi suku laut di Kabupaten Lingga dengan konsep swakelola.

Menurut Gubernur, pembangunan rumah Suku Laut di Lingga didahulukan sebab populasinya yang cukup banyak. Gubernur berkomitmen membangun rumah-rumah tersebut dengan kualitas yang baik, supaya bertahan. Saat ini Gubernur berfokus bagaimana semua masyarakat pesisir, termasuk suku laut rumahnya bisa memiliki sertifikat.

“Tahun depan GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria) akan dilaksanakan di Kepri. Bersama Kejati dan BPN akan kita lakukan percepatan reforma agraria supaya masyarakat pesisir memiliki kepastian hukum dan hak atas tanahnya. Nantinya sertifikat tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk fasilitas kredit pemerintah” imbuhnya lagi.

Gubernur juga berkomitmen untuk terus mendorong program “Kepri Terang” dimana dalam setahun menjabat, sudah hampir 5000 rumah di pulau-pulau se-Kepri tersambung listrik.

Pada kesempatan itu Gubernur Ansar didampingi Sekdaprov Adi Prihantara, Kadis Perkim Said Nusyahdu, Kadis ESDM M. Darwin, Kadis PMD Dukcapil Misni, perwakilan Dinas Kebudayaan, serta perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Penulis:Presmedia
Editor.  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.