Bertemu Dirjen Imigrasi, Gubernur Ansar Ajukan Pemberlakuan VOA Bagi WNA Untuk Dongkrak Pariwisata

Gubernur Kepri Ansar Ahmad temui Dirjen Imigrasi ajukan pemberlakuan VOA bagi WNA untuk dongkrak pariwisata Kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad temui Dirjen Imigrasi ajukan pemberlakuan VOA bagi WNA untuk dongkrak pariwisata Kepri

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Gubernur provinsi Kepri kembali menyuarakan memberlakukan Visa On Arrival (VOA) menyeluruh pada 169 negara sebagaimana Perpres Nomor 21 tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan pada entitas WNA tertentu ke Indonesia.

Melalui program VOA ini, sebelumnya Pemerintah wilayah administratif khusus suatu negara dan entitas tertentu diberikan fasilitas pembebasan dari kewajiban memiliki visa kunjungan termasuk Singapura dan Malaysia.

Namun dengan mempertimbangkan pencegahan peningkatan penyebaran virus corona di Wilayah Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM, mengeluarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 tahun 2020 tentang Penghentian sementara bebas Visa kunjungan dan Visa Kunjungan saat kedatangan serta Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa pada sejumlah WNA dari beberapa negara yang ditetapkan.

Dengan dikeluarkannya Permen Hukum dan HAM ini, maka Perpres 26 tahun 2016 tentang pemberian Bebas VOA pada sejumlah negara yang ditetapkan, sementara tidak berlaku lagi.

Pemberlakukan Peraturan Menteri Hukum dan HAM ini, secara langsung berdampak pada kunjungan Wisman ke Indonesia khususnya Kepri.

Gubernur Kepri mengatakan, Penghentian sementara bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival) yang diberlakukan sejak 18 Maret 2020, menjadi hambatan dalam kebangkitan Pariwisata.

Sejumlah WNA yang tidak diberi entitas bebas VOA atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM ini, tidak dapat berkunjung ke Indonesia Khususnya Kepri walau pintu pariwisata telah dibuka.

Kepada Dirjen Imigrasi dan Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Amran Aris serta Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kepri Morina Harahap, Ansar meminta, agar bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival) sesuai Perpres 21/2016 diberlakukan kembali seperti sebelum pandemi.

“Ini saya juga meneruskan aspirasi dari para pelaku pariwisata di Kepri dimana merekalah yang paling terdampak saat pandemi. Dengan diberlakukannya kembali Perpres 21/2016 itu nantinya akan makin mendongkrak minat wisman yang semakin menunjukkan tren positif belakangan ini” ujar Gubernur Ansar.

Namun, dengan memperhatikan kondisi Pandemi secara nasional, jika diberlakukannya kembali Perpres 21/2016 belum disetujui, maka Gubernur Ansar memohon diskresi khusus bagi Provinsi Kepri.

“Minimal ekspatriat yang ada di Singapura mendapatkan bebas visa untuk berwisata ke Kepri” kata eks Legislator Senayan periode 2019-2020 ini.

Menanggapi hal itu, Plt.Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana, menyampaikan pada dasarnya ia mendukung penuh kemajuan serta kebangkitan kembali pariwisata di Kepri. Dan atas usulan itu, Widodo juga berjanji akan meneruskan dan membahasnya dengan Menteri Hukum dan HAM serta kementerian terkait lainnya.

“Kita dukung untuk pulihnya ekonomi nasional. Kita terima usulan Pak Gubernur dan akan kita bahas” kata Widodo.

Namun, Widodo memberikan catatan bahwasanya pemberlakuan kembali bebas visa kunjungan nantinya harus memperhatikan aspek keamanan dan kemanfaatan.

“Jangan nanti dengan diberlakukannya kebijakan tersebut kita lalai pada aspek keamanan dan kemanfaatan atas fasilitas yang diberikan, karena kita tahu sampai saat ini pandemi belum usai” tutupnya.

Penulis : Presmedia
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.