Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna Segera Dituntut dan Dilimpah Kejati Kepri ke PN

Ekspos Kejati Kepri terhadap Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna Segera Dituntut dan Dilimpah Kejati Kepri ke PN
Ekspos Kejati Kepri terhadap Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna Segera Dituntut dan Dilimpah Kejati Kepri ke PN

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Mengendap sejak 2017 lalu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri akhirnya melanjutkan penuntutan 5 tersangka dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna 2011-2015 yang merugikan Keuangan Negara Rp 7,7 Miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, Gerry Yasid didampingi Asisten Pidana Khusus Kejati mengatakan, setelah kasus dugaan korupsi dengan tersangka yang sudah ditetapkan itu mandek hingga 4 Tahun. Namun Penyidiknya, akhirnya bisa melanjutkan proses hukum dan saat ini masuk dalam pra-penuntutan.

“Untuk tunggakan kasus perkara Korupsi yang lama dana tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015 di Kejaksaan Tinggi Kepri, saat ini masuk ke penuntutan dan akan segera tahap II dan dilimpah ke PN Tanjungpinang untuk disidangkan,” kata Gerry dalam press rilis HBA ke 62 di Aula Kejati Kepri, Jumat(22/7/2022).

Sementara itu, Aspidsus Kejati Kepri Sugeng Riyadi menambahkan untuk penahanan kelima tersangka akan dilakukan setelah berkas dinyatakan lengkap (tahap II).

“Kami serius menyelesaikan kasus ini,” ujarnya.

Sekedar mengingatkan, pada 31 September 2017 lalu, Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri telah menetapkan 5 tersangka dalam dugaan korupsi Rp 7,7 miliar dana tunjangan perumahan DPRD Natuna tahun 2011-2015 ini.

Ke 5 tersangka yang ditetapkan itu adalah, mantan bupati Natuna Eliyas Sabli (Es) dan Raja Amirullah (Ra), Sekda Natuna SyamsuriZon (Sy), Mantan Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra (Hc) dan mantan Sekwan DPRD M.Makmur (Mm).

Dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara Rp 7,7 Miliar ini, mandek ketika Jaksa Agung dipimpin Muhammad Prasetyo dan Kepala kejaksaan Tinggi Kepri dijabat Yunan Harjaka.

Kemudian setelah jabatan Kepala kejaksaan Tinggi beralih kepada Asri Agung Putra kasus Korupsi Natuna ini juga tidak kunjung dituntaskan.

Selama 4 tahun “Mandek”, penerus pimpinan kepala Kejaksaan Tinggi Kepri yang dijabat Edi Birton dan Sudarwidadi, juga tidak dapat menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi yang sebelumnya telah di tetapkan 5 tersangka ini.

Pada saat kejati Kepri dipimpin Hari Setiono, Kasus dugaan korupsi ini juga tak kunjung tuntas disidik. Hingga akhirnya Gerry Yasid dan Aspidsusnya kembali melakukan penyidikan.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.