Mabuk Saat Berkendara, Warga Afganistan Pencari Suaka Tabrak Bengkel di Tanjungpinang

Norian saat menunjukan sejumlah Motor yang ditabrak WNA Mencari Suaka bernama Hussein di Bengkelnya, Jalan Brigjen Katamso Km 4 Tanjungpinang (Foto (Roland)
Norian saat menunjukan sejumlah Motor yang ditabrak WNA Mencari Suaka bernama Hussein di Bengkelnya, Jalan Brigjen Katamso Km 4 Tanjungpinang (Foto (Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Seorang Warga Negara Asing (WNA) pencari suaka, mengalami kecelakaan saat membawa sepeda motor, menabrak sebuah bengkel di Jalan Brigjen Katamso Km 4 Kota Tanjungpinang sekitar Pukul 03.00 WIB, Minggu (24/7/2022).

Pemilik bengkel Nofrian, mengatakan kejadian berawal ketika bengkelnya saat itu masih buka. Namun tiba-tiba sebuah sepeda motor Suzuki Spin yang melaju kencang dari arah Makam Pahlawan menyeruduk bengkelnya.

“Tiba-tiba motor yang dikendarai Hussain menabrak bengkel saya, saat melaju dari arah Makam Pahlawan,” kata Nofrian saat ditemui di Bengkelnya, Senin (25/7/2022).

Akibat kejadian ini, tiga sepeda motor honda Beat warna merah, dua unit sepeda motor Honda Vario dan Sepeda Yamaha Jupiter milik sejumlah pelanggan yang sedang diperbaiki di bengkel itu mengalami rusak parah.

“Kerugian sekitar Rp 2 jutaan, saya mau lapor ke Polisi,” ujarnya.

Dari pengakuan korban pada pemilik Bengkel, Ia bernama Hussain (25) Pencari Suaka Asal Afganistan yang tinggal di Bhadra Hotel Kabupaten Bintan dan mabuk usai minum-minuman beralkohol.

Atas kejadian itu, Hussain juga berjanji akan mengganti rugi, motor dan Bengkel yang ditabraknya.

“Sempat ingin saya tahan motor dan handphonenya, tetapi dia (Hussain) mengancam mau bunuh diri ditengah jalan, Hingga saya iba dan menuruti permintaanya, akan datang ke bengkel untuk mengganti kerugian,” ujarnya.

Namun sampai hari ini, lanjut Nofrian, Pencari suaka itu tidak kunjung datang ke Bengkelnya untuk mengganti seluruh kerugiannya. Dan ketika Handphonenya dihubungi juga sudah tidak aktif.

“Dihubungi HP-nya tidak aktif. Dia (Hussain) hanya memberikan uang jaminan Rp 300 ribu saja,” pungkasnya.

Terpisah Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Adi Sumardi membenarkan kejadian laka WNA di wilayah hukumnya itu. Namun demikian, korban juga dikatakan belum membuat laporan.

“Sepertinya sudah damai dengan korban,” singkatnya.

Ditempat Terpisah, Media and Communications Officer IOM Indonesia, Ariani Hasanah Soejoeti yang dikonfirmasi dengan kejadiaan WNA ini, meminta media agar menanyakan hal tersebut ke Satgas Pengungsi Kabupaten Bintan.

“Terkait hal ini, bisa ditanyakan langsung ke Satgas Pengungsi Kabupaten Bintan,” ujarnya.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi,

Leave A Reply

Your email address will not be published.