Mantan ASN Kepri Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Penipuan Kedua

Terbukti Menipu Mantan ASN Kepri terdakwa Nona Marlian divonis 3 Tahun penjara dalam kasus penipuan Kedua oleh Hakim PN Tanjungpinang (Foto:Roland)
Terbukti Menipu Mantan ASN Kepri terdakwa Nona Marlian divonis 3 Tahun penjara dalam kasus penipuan Kedua oleh Hakim PN Tanjungpinang (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terdakwa Nona Marlian dihukum 3 tahun penjara dalam perkara ke dua Kasus penipuan.

Putusan ini dibacakan Ketua Majelis Hakim, Riska Widiana didampingi dua Hakim anggota di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa ( 26/7/2022).

Dalam amar putusannya, Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan penipuan yang dipandang sebagai perbuatan berlanjut. Sebagaimana dakwaan Kedua Penuntut Umum melanggar Pasal 378 Jo pasal 64 KUHP.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun,” kata Hakim.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sari Lubis yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan tuntutan 3 tahun dan 3 bulan penjara.

Atas putusan Hakim, Terdakwa yang didampingi Kuasa Hukumnya Agus Riawantoro menyatakan pikir-pikir, Hal yang sama juga dikatakan Jaksa.

Sebelumnya, terdakwa Nona Marlian didakwa Jaksa melakukan penipuan secara berlanjut. Penipuan dilakukan terdakwa terhadap korban Komsatin Surahturami dalam kerjasama kegiatan proyek pengadaan sapi Qurban hari Raya Idul Adha 2020, Snack dan Kudapan Pelantikan Gubernur Kepri serta pengadaan disinfektan dan Faceshield di Provinsi Kepri.

Kepada korban terdakwa menjanjikan, sejumlah proyek tersebut dengan keuntungan yang berbeda-beda. Atas bujukan pelaku, korban Komsatin Surahturami pun menyepakati penawaran yang disampaikan oleh terdakwa.

Namun untuk mengurus dan membuat administrasi penawaran, Terdakwa meminta dana Rp 110 juta. Namun setelah menerima dan menggunakan dana korban, seluruh kegiatan proyek pengadaan yang ditawarkaan terdakwa bukan merupakan kegiatan dari Biro Umum Pemprov Kepri. Dan atas perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian Rp 110 juta.

“Total uang yang telah diberikan oleh korban kepada terdakwa untuk penawaran dan pengaturan Proyek Rp 110 juta. Sampai saat ini terdakwa belum pernah mengembalikan ke korban sama sekali,” kata Jaksa.

Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa melanggar pasal 378 Jo. Pasal 64 KUHP, serta dalam dakwaan kedua melanggar pasal 372 Jo. Pasal 64 KUHP.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.