Pelansir Solar Imam Arifin Didakwa Pasal Tunggal, Otak Pelaku Penyeleweng BBM Solar Subsidi dan SPBU Belum Tersentuh Hukum

Terdakwa Pelansir Solar Imam Arifin Didakwa Pasal Tunggal, Otak Pelaku Penyruh Terdakwa dan SPBU belum tersentuh hukum
Terdakwa Pelansir Solar Imam Arifin Didakwa Pasal Tunggal, Otak Pelaku Penyruh Terdakwa dan SPBU belum tersentuh hukum

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terdakwa pelansir BBM Solar subsidi, Imam Arifin didakwa pasal tunggal oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Wiratdany di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (26/7/2022).

Sementara Asma Edi sebagai otak pelaku yang menyuruh terdakwa Imam Arifin dan SPBU km 3,5 Jalan MT.Haryono kota Tanjungpinang yang menyalurkan BBM Subsidi ke terdakwa, belum tersentuh hukum.

Dalam dakwaan terdakwa Imam Arifin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga tidak memasukan nama Badan Usaha SPBU perseroan Terbatas (PT) SPBU lokasi BBM Solar Subsidi yang diambil oleh terdakwa.

Dalam dakwan, JPU mengatakan, Terdakwa Imam Arifin diperintah oleh saksi Asma Edi untuk mengambil minyak solar bersubsidi dengan menggunakan Mobil Kijang Kapsul warna Hitam BP 1993 AE ke SPBU Jalan MT Haryono km 3 Tanjungpinang.

Pengambilan dan pelangsiran BBM Solar Subsidi, dilakukan terdakwa dengan membawa mobil Kijang Kapsul yang tangkinya telah dimodifikasi berkapasitas 480 liter yang sebelum dititipkan ke Terdakwa untuk di service.

“Tapi sebelum mengambil solar, terdakwa Imam, juga disuruh Asma Edi untuk mengambil 32 buah kartu Brizzi Fuel Card Pertamina di rumah tetangganya,” ungkap Bambang.

Setelah itu mengambil kartu Brizzi Fuel Card Pertamina tersebut, selanjutnya terdakwa menuju SPBU Jalan MT.Haryono km 3 Tanjungpinang untuk mengisi solar bersubsidi secara berulang ulang, Pukul 08.00 WIB, Sabtu (7/5/2022).

“Terdakwa setiap mengisi solar memberikan 2 buah kartu Brizzi kepada petugas operator SPBU bernama Kiki Agus Sandi,” ujarnya.

Selesai melakukan pengisian pertama, Terdakwa kemudian pergi meninggalkan SPBU. Tetapi tidak berapa lama kemudian, terdakwa datang lagi untuk mengisi Solar bersubsidi dengan cara yang sama SPBU tersebut.

Untuk memuluskan aksinya, Terdakwa Imam juga memberikan imbalan Rp50 ribu Kiki Agus Sandi selaku operator SPBU, karena telah mengisi solar bersubsidi sebanyak 7 kali dengan kartu Brizzi, Sehingga tanki mobilnya yang telah dimodifikasi berhasil terisi 420 liter BBM menggunakan 16 kartu Brizzi.

“Dalam mengisi solar subsidi ini terdakwa diupah Rp 100 ribu dan, dan untuk tujuan atau tempat bahan bakar tersebut disalurkan berdasarkan arahan dari Asma Edi,” ujar Jaksa.

Namun saat pengisian berlangsung terdakwa dan mobil yang digunakan diamankan Polisi karena menyelewengkan BBM Solar bersubsidi dari SPBU km 3,5 jalan MT.Haryono tersebut.

Perbuatan terdakwa Imam Arifin yang disuruh Asma Edi, dan SPBU Km 3,5 kota Tanjungpinang itu, dikatakan Jaksa, bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak untuk BBM Subsidi yang harus disalurkan langsung ke konsumen pengguna BBM Bersubsidi yaitu Rumah Tangga, Usaha Mikro, Usaha Perikanan, Usaha Pertanian, Transportasi, Pelayanan Umum.

Kemudian pada Pasal 3 (1) Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak Jenis BBM tertentu (BBM Bersubsidi) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a terdiri atas Minyak Tanah (Kerosin) dan Minyak Solar (Gas Oil).

Pengangkutan dan niaga BBM, juga harus menggunakan fasilitas yang terdapat dalam lampiran Izin Usaha dan BBM hanya dapat dijual oleh Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Umum beserta penyalur yang terikat perjanjian Kerjasama dengan Badan Usaha Niaga Umum dan tidak dibenarkan perorangan melakukan kegiatan usaha Niaga BBM.

“Atas perbuatannya terdakwa didakwa dengan pasal 55 Undang-undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana mengubah pasal 55 Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Jo. Pasal 56 ayat 1 KUHP,” sebut Jaksa.

Atas dakwaan Jaksa tersebut, Terdakwa menyatakan tidak beratan hingga Hakim PN menunda persidangan dan akan melanjutkan kembali pada minggu mendatang dengan perintah agar Jaksa menghadirkan saksi ke Pengadilan.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.