Kasus Pajak PT.MBJ Bergulir ke PN Terdakwa Leo Ricky Ajukan Permohonan Penghentian

Humas PN Tanjungpinang Anggalanton Boangmanalu
Humas PN Tanjungpinang Anggalanton Boangmanalu  (Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menerima berkas perkara kasus Pajak PT.Mitra Bangunan Jaya dengan terdakwa Leo Ricky, yang dilimpahkan Kejaksaan Tinggi Kepri.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Anggalanton Boangmanalu, mengatakan pelimpahan berkas perkara perpajakan itu dilakukan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang pada 27 Juli 2022 dan teregister dengan nomor perkara 224/Pid.Sus/2022/PN Tpg.

Selanjutnya ketua PN Tanjungpinang menunjuk Hakim Boy Syailendra, serta Majelis Hakim Anggota Refi Damayanti dan Anggalanton Boang Manalu sebagai hakim yang akan memeriksa.

“Jadwal persidangan pertama dijadwalkan 3 Agustus 2022 mendatang,” ujar Anggalanto di PN Tanjungpinang, Kamis (28/7/2022).

Selain itu, Anggalanton juga mengatakan, jika sebelumnya terdakwa Leo Ricky juga mengajukan surat permohonan penghentian penuntutan perkara pajaksanya pada 7 Juli 2022.

Dalan permohonan itu, terdakwa Leo Ricky selaku Direktur PT. Mitra Bangun Jaya, mengajukan permohonan penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan itu, sebagaimana ketentuan pasal 44 B ayat 2 UU nomor 5 Tahun 1983 yang telah diubah UU nomor 7 tahun 2007 tentang Pajak.

“Pada permohonannya, Terdakwa mengakui, pada intinya mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya,” papar Angga.

Selain itu, terdakwa juga mengaku telah melunasi pajak yang tidak dan kurang dibayar, ditambah sanksi administrasi berupa denda sebesar 3 kali.

“Untuk jumlah yang telah dilunasi nanti kita akan beberkan di persidangan pertama,” jelasnya.

Terpisah Kasi Penkum Kejati Kepri, Nixon Andreas Lubis membenarkan JPU telah melimpahkan perkara tersebut ke PN Tanjungpinang beberapa hari lalu.

“Untuk JPU yang ditunjuk dari Kejati Kepri Benny Siswanto dan dibantu dari JPU Kejari Tanjungpinang,” singkatnya.

Sebelumnya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau (Kanwil DJP) Kepulauan Riau membeberkan modus operandi yang dilakukan tersangka Leo Rocky.

Tersangka tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan tidak menyetorkan PPN yang telah dipotong atau dipungut dari lawan transaksi PT. Mitra Bangunan Jaya masa pajak Juli 2018 sampai dengan Desember 2018.

Caranya dengan mendirikan dua perusahaan yaitu PT.MBJ dan CV.MB dengan alamat lokasi usaha yang sama dengan usaha pribadi direkturnya berupa toko material bangunan

Diduga kuat kedua perusahaan tersebut sengaja didirikan untuk mengaburkan omset sebenarnya dari usaha toko material bangunan tersebut.

Tersangka hanya melaporkan sebagian pembelian dan penjualan atas nama PT.MBJ selama periode tahun 2018, menerbitkan faktur pajak dan memungut PPN dari lawan transaksinya, Namun tidak menyetorkan dan melaporkan sebagian PPN yang telah dipungutnya, hingga merugikan pendapatan negara sekurang-kurangnya sebesar Rp 338.333.967 Penyidik telah berupaya untuk melakukan penyitaan terhadap aset yang dimiliki oleh tersangka dengan total nilai sebesar Rp 912.994.000.

Terhadap yang bersangkutan dipersangkakan melakukan tindak pidana perpajakan sebagaimana dimaksud Pasal 39 ayat 1 huruf c dan Pasal 39 ayat 1 huruf i, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.