Korban Penipuan Sukrisno Developer PT. MKP Bertambah 3 Orang

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Awal Sya'ban Harahap bersama Tim Jatanras di Bandara RHF (Foto:Roland)
Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Awal Sya’ban Harahap bersama Tim Jatanras di Bandara RHF (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Korban penipuan dan penggelapan tersangka Sukrisno Developer PT .Maha Karya Perdana (MKP) Tanjungpinang kembali bertambah 3 orang.

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan sampai saat ini berdasarkan informasi penyidik ada 3 korban lagi yang telah membuat pengaduan dan sedang dilakukan pendalaman.

“Korban bertambah jadi 3 orang saat ini sedang didalami, sehingga saat ini korban seluruhnya ada 4 orang,” ungkap Awal, Jumat (29/7/2022).

Namun Awal belum membeberkan berapa kerugian dari ketiga korban, karena penyidik masih melakukan pendalaman dengan memanggil dan memeriksa korban serta tersangka.

Ia menambahkan bahwa tersangka ini diduga kabur meninggalkan Tanjungpinang ke Bandung, dengan alasan berkerja disana sebagai Developer perumahan juga.

“Alasan tersangka tidak kabur, tapi kita menduga tersangka kabur,” jelasnya.

Awal mengimbau jika masyarakat kota Tanjungpinang merasa tertipu oleh tersangka dapat melapor ke Mapolresta Tanjungpinang.

Sebelumnya, Sukrisno yang merupakan pemilik perumahan Cemara Indah KM 14 Jalan WR Supratman Kota Tanjungpinang ditangkap Satreskrim Polres Tanjungpinang di Bandung atas dugaan penipuan yang dilakukan di Tanjungpinang.

Penangkapan tersangka, dilakukan atas laporan korban Sumiyatun yang mengaku menjadi korban Penipuan Sukrisno dalam pembelian rumah.

Hal itu berawal ketika korban datang menemui Sukirno di kantor Developer PT. Maha Karya Perdana untuk membeli rumah.

Sesampainya disana, korban bertemu dengan pelaku dan menawarkan Rumah tipe 36/84 dengan harga Rp 80 juta.

Atas penawaran pelaku, korban menyepakati pembelian rumah tersebut, dengan perjanjian dibayar secara mencicil. Sebagai uang muka (DP) korban membayar Rp 50 juta dan sisanya disepakati dicicil.

Seiring dengan waktu berjalan, terus mencicil sisanya hingga lunas sesuai dengan harga yang disepakati.

Namun setelah cicilan rumah lunas, pelaku tidak kunjung menyerahkan sertifikat rumahnya, dan saat dihubungi juga tidak ada kabar. Hingga akhirnya korban melapor ke Polresta Tanjungpinang.

Tiba di Bandara RHF Tanjungpinang, dua tangan tersangka Sukirno tetap diborgol dan langsung dibawa anggota Satreskrim ke Polresta Tanjungpinang.

Dengan kedua tangan diborgol, tersangka langsung Tim Jatanras ke Mapolresta Tanjungpinang.

Saat ditanya Media, tersangka Sukrisno berdalih kabur. Dia mengaku bekerja di Bandung untuk mengumpulkan uang untuk menebus sertifikat korban yang ada di Bank BTN.

“Karena saat Pandemi Covid kemarin, semua usaha menurun sehingga menunggak di Bank BTN,” singkatnya saat digiring ke Mobil Jatanras.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.