Kejati Kepri Sidik Dugaan Korupsi Rp17,05 M Proyek Jembatan BP.Kawasan 2018-2019 di Bintan

Asintel Kejati Kepri, Lambok M.J Sidabutar, didampingi Kasi Penkum Kejati Kepri Nixson Andreas saat melakukan Persrilis Penyidikan Dugaan Korupsi Rp17,05 M Proyek Jembatan BP.Kawasan 2018-2029 di Bintan
Kejaksaan tinggi Kepri melakukan penyidikan dugaan korupsi Rp17, 05 Miliar proyek pembangunan Jembatan Badan Pengusahaan Kawasan (BP.Kawasan) di Tanah Merah Kabupaten Bintan 2018-2019. Asintel Kejati Kepri, Lambok M.J Sidabutar, didampingi Kasi Penkum Kejati Kepri Nixson Andreas saat melakukan Persrilis Penyidikan Dugaan Korupsi Rp17,05 M Proyek Jembatan BP.Kawasan 2018-2029 di Bintan (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan tinggi Kepri lakukan penyidikan dugaan korupsi Rp17, 05 Miliar proyek Pembangunan Jembatan Badan Pengusahaan Kawasan (BP.Kawasan) di Tanah Merah Kabupaten Bintan 2018-2019.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kepri, Lambok M.J Sidabutar, didampingi Kepala seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kepri Nixson Andreas, mengatakan penyidikan dugaan kasus korupsi proyek BP.Kawasan dari dana perbendaharaan negara ini, dilakukan dari hasil pengumpulan barang bukti dan keterangan (Pulbaket Lid) penyelidikan yang dilakukan tim Intel Kejaksaan Tinggi Kepri.

“Dari ekspos Pulbaket Lid penyelidikan yang kami lakukan, ditemukan unsur perbuatan melawan hukum dari pembangunan proyek jembatan ini. Sehingga proses penyelidikan, ditingkatkan ke penyidikan yang akan dilakukan Jaksa Penyidik bidang Pidana Khusus Kejati Kepri,” ujarnya Rabu (3/8/2022).

Proses penyidikan lanjut Lambok, dilakukan dalam rangka mencari dan mengumpulkan bukti, untuk membuat terang tindak pidana yang terjadi serta menemukan tersangka dari dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan tersebut.

Adapun kasus posisi kasus sebutnya, berawal pada tahun 2018-2019 BP.Kawasan Bintan mengalokasikan pekerjaan proyek Pembangunan Jembatan di Tanah Merah Bintan, dalam menunjang sarana dan prasarana FTZ menggunakan anggaran APBN 2018 dengan nilai kontrak sebesar Rp.9,66 miliar.

Kontraktor Pelaksana pembangunan jembatan adalah PT.BFG dan konsultan pengawas CV.DS, dengan masa pelaksanaan pekerjaan 150 hari kalender.

Namun dalam pelaksanaanya, hingga habis masa pelaksanaan pekerjaan pada 14 Desember 2018, PT.BFG tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan jembatan. Selanjutnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pemutusan kontrak dengan kondisi real progress pekerjaan 35,35 persen dan realisasi pembayaran sebesar Rp.3.523.000.000,-.

Adapun alasan pemutusan kontrak yang dilakukan PPK dari BP.Kawasan lanjut Lambok, disebabkan PT.BFG tidak dapat mendatangkan tenaga ahli, project manager dan Site Manager serta, alat dan supply material tiang pancang yang menjadi pekerjaan utama.

Selanjutnya pada 2019, pekerjaan jembatan kembali dilanjutkan dengan alokasi pagu anggaran Rp.7,5 milyar. Atas pekerjaan ini, PPL menunjuk pelaksanaan pekerjaan CV.BML dengan nilai kontrak Rp.7.395.000.000,-, jangka waktu pelaksanaan 210 hari kalender dan Konsultan pengawas Pekerjaan CV.PPC dengan nilai kontrak Rp.249.000.000,-.

Selanjutnya, pada 5 November 2019, PPK dan Konsultan Pengawas serta Kontraktor penyedia pekerjaan mengadakan rapat Evaluasi, dengan hasil rapat, Dalam pekerjaan ditemukan adanya permasalahan teknis, berupa, adanya perbedaan kondisi exciting dan komponen material bangunan yang telah terpasang, dibandingkan dengan desain perencanaan awal.

“Kedua, telah terjadi penurunan tanah timbunan yang telah terpasang disebabkan kelebihan estimasi perhitungan mekanika dari karakteristik tanah yang lunak setebal 12 sampai 18 meter berdasarkan hasil boring atau sampel pelobangan lapisan yang dilakukan,” sebutnya.

Tragisnya, dengan kondisi pekerjaan yang tidak siap hingga mengakibatkan terbengkalainya proyek Jembatan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK BP.Kawasan) tetap melakukan pembayaran progres pekerjaan 100 persen pada 18 Desember 2019.

“Dan atas permasalahan teknis itu, tidak ada perbaikan atau reviu terhadap hasil pekerjaan dari CV.BML, sehingga mengakibatkan terjadi gulingan pada dinding penahan tanah oprit jembatan dan permukaan Jembatan menjadi miring ke arah dalam abudmen jembatan,” jelasnya.

Selain itu, Tiang pancang bawah dinding penahan tanah Jembatan, juga menjadi patah dan jembatan gagal bangun dan tidak dapat dimanfaatkan atau difungsikan sama sekali.

“Atas kondisi jembatan ini, juga telah dilakukan penelitian oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR di Bandung pada tahun 2020. Hasilnya, material tanah dasar adalah tanah lunak sedalam 6 sampai 10 meter sementara pada As Built Drawing tidak terlihat adanya perbaikan tanah dasar yang dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, kurangnya informasi (Uji coba sounding) karakteristik tanah di lokasi jembatan, serta tidak adanya perbaikan tanah dasar pembangunan jembatan, juga menjadi indikasi yang mengakibatkan jembatan runtuh.

Dari analisa Badan Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR ini, juga menemukan terjadinya gulingan pada dinding penahan tanah Jembatan, disebabkan oleh keruntuhan daya dukung, akibat penurunan tanah dasar saat dilakukan penimbunan disisi dalam oprit, ditambah dengan gaya lateral akibat penimbunan.

“Atas sejumlah fakta materiil itu, telah ditemukan adanya peristiwa pidana yang disebabkan, Pokja ULP tidak melaksanakan Tupoksinya dengan benar dalam melakukan Lelang Pengadaan Barang dan Jasa. Serta Konsultan Perencana Jembatan, juga ditemukan menjadi Konsultan Pengawas untuk pekerjaan lanjutan kegiatan pada 2019,” ujarnya.

Atas sejumlah data itu, proyek pembangunan Jembatan tanah Merah Bintan 2018 dan 2019 itu, pekerjaanya tidak dapat diselesaikan kontraktor pemenang tender pekerjaan, sesuai dengan spesifikasi dan syarat-syarat yang tertuang dalam kontrak, karena PPK, tidak melakukan pengendalian realisasi progress pekerjaan, hingga mengakibatkan Kerugian negara.

“Atas pekerjaan jembatan yang tidak siap dan tidak bisa dimanfaatkan ini, mengakibatkan Indikasi kerugian negara sebesar Rp.11.663.260.722,” pungkasnya.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.