Empat Otak Pelaku Mafia Tanah di Bintan Divonis 3 Tahun Penjara

Empat Otak Pelaku Mafia Tanah di Bintan Divonis 3 Tahun Penjara
Empat Otak Pelaku Mafia Tanah di Bintan Divonis 3 Tahun Penjara (Foto:Roland) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Empat terdakwa kasus mafia tanah dengan modus pemalsuan surat di Desa Bintan Buyu-Bintan dihukum 3 tahun penjara.

Ke empat terdakwa sindikaat Mafia tanah di Bintan itu adalah terdakwa Suryadharma, Abdul Kumar, Muhammad Ali dan Hendra.

Putusan ke empat terdakwa dijatuhkan Hakim Siti Siregar didampingi Hakim anggota Justiar Ronald dan Novarina Manurung di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (4/8/2022).

Dalam putusannya, Hakim menyatakan, keempat terdakwa sindikat mafia tanah di Bintan itu, terbukti bersalah turut serta membuat dan memalsukan surat secara berlanjut, sebagaimana dakwaan alternatif JPU melanggar pasal 263 Ayat 1 KUHP Jo. Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 3 tahun,” kata Hakim.

Putusan ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut ke 4 terdakwa 3 tahu. Atas putusan Hakim itu, para terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir.

Untuk diketahui ke empat terdakwa kasus mafia tanah di Bintan ini, merupakan sindikat dari 10 terdakwa yang sebelumnya ditetapkan Polda Kepri dan Polres Bintan sebagai Tersangka.

Perbuatan para terdakwa berawal ketika, terdakwa Abdul Kumar dan terdakwa Suryadharma sebagai otak pelaku, bersepakat untuk membuat surat Sporadik dengan dasar surat Gran, di lahan milik korban Tan A Tie, Dju Mui luas Bin M.Rizal, Samsul Erhan dan A Pheng di jalan Lintas Barat KM 32 Kampung Bintan Bekapur Desa Bintan Buyu, Teluk Bintan.

Untuk melancaran aksinya, membuat surat Sporadik, Dua otak pelaku terdakwa Abdul Kumar dan terdakwa Suryadharma juga mengikutsertakan sejumlah warga Kampung Bintan Bekapur melakukan penggarapan lahan, dengan kesepakatan dan perjanjian, akan diberi bagian dari penjualan lahan tersebut.

Sejumlah warga kampung Bintan Bekapur yang ikut itu adalah, terdakwa Noi, terdakwa Kaharuddin, terdakwa Kamarudin, M.Azan, M.Noi,Muhammad Amin, Ibrahim, Sapiah, Rusly, Raja Rusli dan Iwan Kurniawan.

Dalam pengurusan surat, terdakwa Abdul Kumar dan terdakwa Suryadharma, juga bekerjasama dengan aparatur desa Bintan Bekapur untuk menimbulkan surat keterangaan dan surat Sporadik baru yang ternyata Palsu diatas lahan milik korban.

Atas perbuatannya, ke 10 terdakwa warg Bintan ini, didakwa pasal berlapis melanggar Pasal 263 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 KUHP dan dakwaan kedua melanggar pasal 263 Ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KE-1 KUHP.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.