maulidnabidewan

Ribuan Nelayan di Kepri Tak Bisa Melaut Karena Kelangkaan BBM

Wakil Bupati Lingga saat berkunjung ke Puslat Brimob di Bogor Rabu (03-08-2022).
Wakil Bupati Lingga saat berkunjung ke Puslat Brimob di Bogor Rabu (03-08-2022). Foto:Aulia)

PRESMEDIA.ID, Lingga- Ribuan Nelayan di Kepri tidak bisa melaut, karena kelangkaan BBM Subsidi.  Tragisnya, kendati kuota BBM Subsidi untuk provinsi Kepri ini setiap tahun bertambah, Tetapi permasalahan BBM ini, menjadi persoalan klasik setiap tahun yang tidak ada penyelesaian.

Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy, mengatakan kelangkaan BBM di Kepri saat ini sangat berdampak pada produksi dan mata Pencaharian Nelayan di seluruh kabupaten/kota di Kepri.

“Oleh karena itu, permasalahan ini membutuhkan perhatian semua pihak, Khususnya pemerintah Pusat dan Daerah karena berdampak pada mata pencaharian Nelayan di Kepri ujarnya, menanggapi keluhan dan pengaduan masyarakat Nelayan di Lingga.

Neko yang juga sebagai Ketua Bidang Perikanan dan Kelautan DPP KNPI ini meminta, agar pemerintah pusat dan Provinsi benar-benar bisa mencari solusi atas kelangkaan BBM bersubsidi saat ini, khususnya BBM jenis Pertalite dan Solar yang sangat dibutuhkan Nelayan.

Selain itu Neko juga meminta, agar pemerintah segera merevisi Peraturan Presiden (Perpres) 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dan beleid revisi dari Perpres itu, benar-benar tegas dalam pengaturan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan pengawasannya dilakukan secara transparan.

“Sampai hari ini Perpres tersebut masih dalam tahap revisi, kita berharap beleid revisi dari Perpres ini, benar-benar tegas dalam pengaturan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan pengawasannya dilakukan secara transparan,” ujarnya.

Disamping itu Neko Wesha Pawelloy, yang saat ini masih aktif sebagai Wakil Bupati Lingga juga mendorong pemerintah untuk melakukan terobosan pemanfaatan Teknologi bagi Nelayan, khususnya transportasi listrik.

“Kemarin kita pernah melihat kapal nelayan dengan teknologi baterai lithium yang dikembangkan pihak swasta. Harusnya, ini juga perlu menjadi kajian hingga ke depan Nelayan kita tidak lagi tergantung pada BBM Fosil atau solar,” ujarnya.

Penulis:Aulia
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.