Korban Developer PT. MKP di Tanjungpinang Bertambah, Total Kerugian Ratusan Juta

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Awal Sya'ban Harahap bersama Tim Jatanras di Bandara RHF (Foto:Roland)
Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Awal Sya’ban Harahap bersama Tim Jatanras di Bandara RHF (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Korban kasus penipuan dan penggelapan jual beli rumah, yang dilakukan Developer PT. Mahakarya Perdana (MKP) di Tanjungpinang kembali bertambah dengan total kerugian ratusan juta.

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Awal Sya’ban Harahap mengatakan, hingga saat ini korban tersangka Sukrisno dalam kasus penipuan dan pembelian rumah di Tanjungpinang itu ada 8 orang orang, dengan kerugian korban ratusan juta.

“Penambahan korban ini, setelah sebelumnya penyidik menerima 7 laporan korban dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Developer PT. MKP di Tanjungpinang,” kata AKP Awal Sya’ban Jumat (5/8/2022).

Dari 7 korban baru yang membuat Laporan lanjutnya, 4 orang mengaku membeli rumah dan 3 orang membeli kios di perumahan Cemara Indah KM.14 Jalan WR Supratman Kota Tanjungpinang. Sementara 1 orang korban, juga melaporkan penipuan terkait lahan, yang dibeli oleh tersangka kepada pemilik lahan.

“Jadi selain dugaan penipuan dan penggelapan dalam pembelian Rumah, juga ada satu Lp tentang dugaan penipuan pembelian lahan yang tersangka,” ujarnya.

Awal juga menghimbau, kepada warga Tanjungpinang yang diduga menjadi korban penipuan tersangka Sukrisno, agar dapat melapor ke Satreskrim Polresta Tanjungpinang.

Sebelumnya, Sukrisno yang merupakan pemilik perumahan Cemara Indah KM 14 Jalan WR Supratman Kota Tanjungpinang, ditangkap Satreskrim Polres Tanjungpinang di Bandung atas dugaan penipuan yang dilakukan di Tanjungpinang.

Penangkapan tersangka, dilakukan atas laporan korban Sumiyatun yang mengaku menjadi korban Penipuan Sukrisno dalam pembelian rumah.

Modus penipuan yang dilakukan Tersangka adalah, dengan penjualan rumah melalui kredit berjangka. Namun setelah korban membayar dan melunasi kredit rumah yang dibeli, PT.Maha Karya Perdana (MKP) selaku Developer tidak kunjung menyerahkan sertifikat rumah pada pembelinya. Dan atas hal itu, korban melapor ke Polresta Tanjungpinang.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.